Sejenak Pagi | Belajar, Terbentur & Terbentuk
Dulu sewaktu kita masih kecil kita tidak bisa memilih untuk belajar apa dan bagaimanan.
Orang tualah yang dengan tulus mengajari kita sesuatu yang baik dari dasar, seperti belajar berjalan, berbicara, hingga berlari.
Kita hanya manut dengan apa yang mereka ajarkan & perintahkan.
Walaupun dalam proses belajar tersebut seringkali kita terjatuh dan menangis. Namun orang tua kita tanpa lelah terus mengajari kita dengan ikhlas hingga akhirnya berhasil dan kemudian diajari hal-hal lainnya.
Kemudian setelah kita beranjak dewasa mengapa seringkali kita menolak atau membantah ajakan dan ajaran seseorang?, baik itu orang tua, teman, atau pun guru kita.
Ada beberapa kemungkinan, pertama karena yang diajarkan tidak baik dan bertentangan dengan prinsip kita.
Kedua mungkin karena yang diperintahkan belum menggerakkan hati kita atau bahasa kerennya,….
Malas!
Balik lagi ke proses belajar, sebagian orang menyerah karena proses belajar yang melelahkan, dan tertekan hingga akhirnya menyerah dalam prosesnya.
Akan tetapi ada juga yang sanggup untuk bertahan, walaupun seringkali terbentur masalah, tekanan, rasa lelah bahkan rasa malas yg sering menghampiri. Orang-orang yang sanggup bertahan itu adalah mereka yang memiliki niat dan tekad lebih besar dari segala rintangan.
Pada akhirnya membentuk kepribadian mereka menjadi seorang yang lebih tangguh.
Ingat tidak ada orang tangguh dan sukses dilahirkan dari keadaan yang biasa-biasa saja, jauh dari itu, dia pasti melewati berbagai rintangan yang berat dalam hidupnya, seolah-olah dari kesusahan itulah dia ditempuh dan akhirnya berhasil hingga menjadi pribadi yang tangguh.
Saat berbisnis/kuliah juga seperti itu, seperti proses belajar. Belajar penjualan, belajar berinteraksi, belajar membina tim, dan semua itu pasti ada tantangannya.
Namun tetaplah bertahan, fokus dan komitmen pada satu tujuan. Pasti dapat dilewati Insyaa Alloh semua akan Indah pada waktunya.
Mari kembali belajar seperti anak kecil, yang manut pada orang tua, guru/dosen, dan juga mentor kita, agar apa yang diajarkan dapat cepat dikuasai.
Dan pada akhirnya kita bisa mengajarkan ke generasi selanjutnya. Percaya saja bahwa guru dan mentor kita mengajarkan hal-hal yang baik kepada kita.
Kita sebagai manusia hanya berproses (ada niat, berusaha, doa dan tawakal), selebihnya hasil mutlak urusan Alloh Ta’ala.
Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Alloh Ta’ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku’.”
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab
Yaa Alloh Yaa Robb…
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.
Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Yaa Alloh Yaa Robb…
Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Jadikan negri ini menjadi lebih baik.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin
youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
????❤????







