Bagaimana Mestinya Hidup?

Sejenak Pagi adalah kumpulan tulisan Ust Hasbi Maula atau Ust Soehardjopri.

Sejenak Pagi | Bagaimana mestinya hidup?

Hidup adalah perputaran segala macam dan ragam masalah serta tak pernah sepi dari pusaran konflik, karena tidak-lah dunia itu diciptakan karena salah satu tujuannya adalah menjadi ujian bagi setiap hamba Alloh Ta’ala.

Tapi dunia pun bisa menjadi indah dan cantik ketika ia dilihat dari pojok kehidupan dengan kaca mata kebaikan, artinya tata cara kita memandang hidup sangat menentukan cita rasa dunia.

Syaikh Abdurrhaman bin As-sa’di menjelaskan dalam buku beliau “al- wasaail lil hayah saidah”

“Dunia itu pendek maka janganlah engkau memendekkannya dengan kesedihan dan kemaksiatan, karena muara segala hal tersebut hanya akan menjadikan dunia yg hina menjadi dina, dan ragam masalah yang didalamnya tak layak menyita akherat”

Maka kesedihan membentuk cita rasa dunia menjadi hambar dan kemaksiatan menjadikan hidup tak berkualitas dan sepi kenikmatan hati.

Alloh Ta’ala berfirman:
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS An Nahl : 97).

Dari Abdulloh bin Abbas Radiyallahu anhuma, menafsirkannya dengan As sa’adah (kebahagiaan)

Abu Bakar Al Waraq Rahimahulloh menafsirkannya dengan “lezatnya ketaatan”

Abdurrahman bin Nashr As Sa’di Rahimahulloh, menafsirkannya dengan “ketenangan jiwa dan hati serta tidak terpengaruh dengan adanya yang
mengganggu ketenangan hatinya, sehingga Alloh Ta’ala memberikan rezki yang baik dan halal kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka”.

Abul Fida’ Ibnu Katsir Rahimahulloh, berkata : “kehidupan yang baik mencakup seluruh bentuk kelapangan dari segala sisi”

Sebagaimana urwah bin zubair yang ketika sakitnya mengharuskan kakinya diamputasi, para tabib menyarankan untuk meminum khomer supaya tidak terasa sakitnya, tapi beliau menolak dan lebih memilih diamputasi kakinya ketika sedang khusuk berdzikir, sehingga ketika kakinya sudah terputus dan diguyur air panas barulah beliau pingsan.

Sebagaimana pula kebahagian ummu khonsa yang harus merelakan empat anaknya meninggal dalam jihad fii sabilillah tapi ia tersenyum bahagia tanpa tergores kesedihan.

Ketaatan dan penghambaan kepada Alloh Ta’ala dengan ibadah layaknya rempah-rempah yang bisa mnjadikan hidup menjadi nikmat dan gurih krn ia merubah hidup menjadi lebih hidup.

Maka tawaran kemaksiatan serta dosa tak selayaknya di jadikan pilihan hidup karena muara pasti dari goresan dosa serta kemaksiatan hanya keresahan jiwa dan kekacauan hidup, seraya tersenyum di bibir tapi menangis didalam hati.

Indahnya hidup ketika meramaikannya dengan ketaatan dan nistanya hidup ketika berselimutkan dosa plus kemaksiatan.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab.

Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).

Ya Alloh, aku memohon kekuatan dari-Mu karena kelemahan kami, kekayaan dari-Mu karena kefakiran dan kepapaan kami, dan kearifan dan ilmu dari-Mu karena kejahilan kami.

Ya Alloh, sampaikanlah shalawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya dan bantulah kami supaya dapat bersyukur dan berzikir pada-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
😊❤️👍

Masukkan kata pencarian disini