Back To Normal

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

Cahaya Fajar | Back To Normal

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Fenomena wabah corona virus yang menggemparkan dunia di awal tahun 2020 dan menjadi pandemibdi seluruh dunia adalah bukti ketidakmampuan kita sebagai manusia makhluk ciptaan Allah swt. Manusia yang selama ini dianggap paling hebat dan memiliki kemampuan dalam melakukan perubahan di muka bumi ternyata kalah hebat dengan makhluk kecil tak kasat mata yang hanya berukuran Diameter virus corona diperkirakan mencapai 125 nanometer atau 0,125 mikrometer. Suatu ukuran yang tidak sebanding dengan tubuh manusia namun mampu melemahkan pertahanan negeri super adidaya seperti China dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Sinergi Dakwah Perut Dan Dakwah Mulut

Corona virus telah membuka tabir akan bukti kelemahan manusia dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan sehingga membuatnya seringkali mengeluh atas masalah.

إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (QS. Al Ma’arij : 19)

Sikap berkeluh kesah akibat ketidakmampuannya dalam menghadapi situasi yang tidak diinginkannya serta pula menunjukkan bukti ketidaktahuan mereka. Apabila ketidaktahuan ini berpadu dengan sikap yang sering berkeluh kesah terus berlangsung disertai tiadanya kesabaran dan ketawakkalan serta tanpa sebuah panduan agama (ilmu) lemahnya keyakinan kepada Allah maka lahirlah kepanikan manakala berhadapan dengan masalah. Hal ini disebabkan agama tidak diletakkan di depan dalam melangkah, menganalisa dan menyelesaikan masalah, bahkan cenderung lebih mengagungkan rasionalitas belaka.

Kelemahan dan ketidaktahuan manusia atas virus corona baru ini membutuhkan waktu lebih kurang tiga bulan untuk melakukan proses pengenalan dan pemdalaman terhadap makhluk baru ini sekalipun keluarga corona sudah cukup lama diketahui dan dikenali oleh para ahli dibidang virus.

Setelah tiga bulan dianggap cukup mengenali karakter virus baru ini sehingga pada kesimpulan bahwa virus ini tidaklah tergolong jenis virus yang mematikan, atau setidaknya tidak seganas seperti virus Mers ataupun Sars, sekalipun tidak dipungkiri bahwa virus corona atau covid-19 ini memiliki daya penyebaran yang cepat. Barulah para ahli menyuarakan untuk kembali pada kehidupan normal dengan penambahan istilah baru yang kemudian disebut dengan new normal. Sebagai upaya untuk mengingatkan kepada publik bahwa ancaman virus ini masih tetap ada. Sebagaimana diketahui bahwa tidak kurang dari 10.000 jenis virus yang ada itu berpotensi sewaktu-waktu mengancam manusia.

Namun sebagaimana diketahui bahwa hampir tiga bulan manusia dibikin panik hingga banyak negeri menghentikan seluruh aktifitasnya dengan lockdown, membatasi interaksi sosial (social / physical distancing), mewajibkan pakai masker, mencuci tangan dan segala macam aturan protokol kesehatan yang dibuat hingga semua kantor dan lembaga pendidikan ditutup sementara, kemudian melakukan kerja dari rumah, work from home. Tidak sedikit pula para pekerja yang kemudian dirumahkan, pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran dan sebagainya.

Namun demikian pasti ada hikmah dibalik semua ini. Diantaranya adalah istirahatnya bumi, penyaringan polusi udara, hijaunya pepohonan, berbahagianya satwa karena merasa tenang dan nyaman dari gangguan manusia. Hikmah yang lain adalah diingatkannya manusia untuk kepada jalan Tuhan, kembalinya manusia untuk peduli pada kebersihan dan kesehatan lingkungan. Serta yang terpenting adalah membuktikan kebenaran ajaran islam untuk hidup yang bersih dan sehat.

Baca Juga: Mungkinkah Islam Tanpa Musuh?

New normal sejatinya adalah back to normal dengan kembali pada kebiasaan baru yang lebih islami yaitu kembali pada ajaran islam dalam mengatur hidup yang lebih bersih dan lebih sehat bahkan melampaui itu semua yaitu kesucian, suatu keadaan bersih diri yang sangat bernilai karena berkaitan langsung dengan nilai keimanan seseorang (ath thahaaratu minal iiman). Untuk mewujudkan kehidupan bersih yang bernilai ini (valueable) serta sangat bermakna (meaningfull), maka Islam mengajarkannya dengan cara berwudhu, thaharah, dan shalat dsb.

Kehidupan new normal adalah jalan kembali kepada Allah swt (al lujuu’ ilallah), menjalankan perintah-perintah Allah, mensiarkan kembali agama Allah, mendekat pada Allah melalui dzikir dan ibadah kepadaNya seraya terus meminta perlindungan kepada Allah swt.

لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَى مِن الله إِلَّا إِليه

Tidak ada tempat berlindung dan tempat mencari keselamatan dari ujian Allah kecuali kembali kepadaNya.

New normal adalah kembali dalam kehidupan normal sebagai seorang muslim dalam menjalankan aktifitas kemanusiaannya, sosial, dan agama, tanpa lagi dibayang bayangi oleh rasa ketakutan dalam menjalani hidup sebab virus karena menghadirkan Allah dalam membersamai seluruh aktifitasnya. Karena hanya orang yang dekat kepada Allah swt sajalah yang akan merasakan ketenangan dan kedamaian.

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 7.06.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com

 

Masukkan kata pencarian disini