Andai Ini Romadhon Terakhir?Andai

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

Sejenak Pagi | Andai Ini Romadhon Terakhir?

Kalimat yang memandang bulan Romadhon sebagai sesuatu yang istimewa. Jika kita bandingkan dengan momen penting dalam kehidupan. Misal waktu pernikahan, kita akan menghitung hari demi hari sembari mempersiapkan keperluannya. Semakin dekat, semakin berdebarlah hati kita.

Momen terakhir itu seperti kita akan berangkat ke suatu daerah menggunakan pesawat dengan penerbangan terakhir. Bukankah kita tidak akan melewatinya walau hanya sebentar. Momentum itu menjadi sangat berharga. Jika terhadap setiap momen penting keduniaan ada getaran dalam hati untuk tidak melewatkannya. Maka sejauh mana kita memiliki getaran menghadapi Romadhon. Apakah kita sudah menumbuhkan perasaan itu?

Siapa yang memandang berharga bulan Romadhon? Jawabnya ialah Ahli kubur, Seolah-olah mereka berkata “berikan aku Romadhon walaupun hanya satu detik. Karena setiap detik dibulan Romadhon sangat berharga bagi mereka untuk memohon ampunan”. Romadhon, menjadi momen penting untuk sedikit pun tidak dilewatkan dengan sia-sia.

Andaikan ini Romadhon terakhirku seharusnya dijawab dengan kalimat komitmen. Pertama, pasti akan gigih bertaubat karena romadhan adalah momentum pengampunan.

“Setiap kali mereka hendak keluar darinya (neraka) karena tersiksa, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya, (kepada mereka dikatakan). Rasakanlah azab yang membakar ini!”
(QS. Al Ahzab : 23)

Ketakutan akan siksa Alloh Ta’ala seharusnya menghadirkan semangat membutuhkan ampunan. Dalam Al-Qur’an digambarkan bagaimana para penghuni neraka tidak bisa lari dari hukuman yang kekal. Dengan siksaan yang teramat pedih, sepatutnya hadir kesadaran untuk kita bertaubat.

“Dan datanglah Tuhanmu, dan malaikat berbaris-baris. Dan pada hari itu diperlihatkan kepada mereka Jahannam, pada hari itu sadarlah manusia, tapi tidak berguna lagi kesadaran itu. Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.”
(QS. Al Fajr 23)

Orang yang cerdas ialah yang sadar akan banyaknya dosa dan bertaubat kepada Alloh Ta’ala. Karena jika kesadaran ini baru dirasakan pada hari pembalasan maka tidak berguna lagi kesadaran tersebut. Tetapi, banyak manusia yang ternyata tidak sadar mereka telah berbuat zalim. Kebanyakan dari mereka merasa apa yang mereka perbuat telah benar. Sedangkan, seorang nabi, Adam AS. merintih memohon ampunan Alloh Ta’ala.

Kesadaran untuk menghadirkan rasa takut ini perlu dilakukan agar kita membutuhkan ampunan. Alhasil, di momen Romadhon kita akan memiliki kegigihan untuk bertaubat.

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Alloh Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Alloh daripada bau minyak kasturi.”
(HR. Bukhari)

Sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, di bulan mulia ini amalan kebaikan akan dilipatgandakan. Inilah kesempatan untuk memperbanyak amalan kebaikan. Banyak sekali amalan kebaikan yang bisa dilakukan, peluang untuk melipatgandakan pahala pun terbuka lebar. Amal yang terlihat biasa, di bulan Romadhon bisa jadi lumbung amal.

Bersedekah di bulan Romadhon sangat dianjurkan, apalagi memberi makan orang yang berbuka puasa, kita bisa dapat pahala puasa orang tersebut. Melaksanakan sahur pun juga ada pahalanya. Membaca al Quran dan memahaminya dapat melipatgandakan pundi-pundi pahala, tak terhitung jika kita bisa khatam b…

Masukkan kata pencarian disini