CAHAYA FAJAR | ANAKKU, JANGANLAH ENGKAU DURHAKA
oleh | Akhmad Muwafik Saleh
Orang tua adalah wakil Allah di muka bumi. Ridhonya adalah tanda ridho Allah, murkanya juga menjadi murka Allah. Kedurhakaan yang dilakukan oleh seorang anak hanya akan menjadi jalan murka Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jika berbakti adalah jalan kemudahan dan keselamatan dunia dan akhirat, maka kedurhakaan adalah merintangi Jalan kehidupan.
Bakti anak adalah hak orang tua, tidak dibenarkan bagi seorang anak berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya, sekalipun memang berbakti kepada ibu 3 kali lebih utama dibandingkan berbakti kepada ayahnya. Namun bukan berarti seorang anak boleh berani kepada ayahnya dan kemudian mengabaikan hak-haknya untuk dihormati. Hal ini dapat dipahami bahwa ibu adalah sosok yang lemah, sehingga kepadanya lebih diberi perhatian. Demikian pula, seorang ibu yang paling banyak memberikan ruang waktu dan kasih sayang kepada anaknya sewaktu dia masih kecil.
Melahirkan menyusui dan mendampingi sejak kecil.
Sehingga membuat sedih orang tua bahkan menangis karena disakiti oleh sang anak adalah termasuk perbuatan dosa besar. Sebuah atsar sahabat, Ibnu Umar berkata :
” (sesuatu yang menyebabkan) tangis kedua orang tuanya adalah termasuk perbuatan durhaka dan dosa besar (HR. At Thabari).
Beberapa hal yang termasuk dalam kategori durhaka kepada orang tua adalah mengucapkan kata-kata yang dapat menyinggung perasaan orang tua, seperti memaki, mencaci bahkan membentak orang tua. Sementara mengucapkan kata “ah, uh” udah termasuk dalam kategori dosa besar sebagaimana Allah berfirman :
۞وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (QS. Al-Isra’, Ayat 23)
Demikian pula termasuk kata-kata apapun yang terlontar dari lisan kita untuk mengabaikan perintah orangtua dengan kata-kata yang merendahkan atau meremehkan orang tua, atau pula mendiamkan orang tua dan tidak menyapanya, maka hal itu termasuk dosa besar.
Seorang anak haruslah berhati-hati di dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orangtua agar ucapan dan tindakannya tidak sampai menyakitinya atau menyinggung perasaannya hingga membuatnya kecewa dan marah, maka hal demikian termasuk dosa besar.
Seorang anak harus pula menjaga tindakan-tindakannya agar tidak menimbulkan kesan negatif atau durhaka kepada orang tua. Apalagi jika na’udzubillaah kita sampai memukul, menampar, menendang, atau tindakan menyakiti fisik lain kepada kedua orangtua kita, hal tersebut sungguh akan membuat Allah murka kepada kita. Terlebi lagi jika na’udzubillaah kita sampai memukul, menampar, menendang, atau tindakan menyakiti fisik lain kepada kedua orangtua kita, hal tersebut sungguh akan membuat Allah murka kepada kita.
Demikian pula merendahkan orang tua melalui pikiran kita dengan menganggapnya bahwa dia tidak mengerti apa-apa, bukan dunia si anak terlalu kolot, tidak memiliki pengetahuan, tidak berpendidikan, atau bahkan terlintas dalam pikirannya yang merendahkan orang tua dan kesemuanya itu dapat menyakiti hati perasaan orang tua, maka hal itu termasuk dosa besar, baik sengaja ataupun tidak sengaja yang membuat orang tua kecewa sedih dan marah maka hal demikian termasuk dosa besar.
Seorang anak yang terlalu banyak permintaan kepada orang tua, tanpa mempedulikan kemampuan orang tua bahkan melampaui dari batas kemampuannya sehingga orang tua melakukan tindakan-tindakan yang menyusahkan dirinya atau membuat orang tuanya sedih dan kecewa, maka hal yang demikian juga termasuk dosa besar.
Termasuk pula dalam kategori durhaka kepada orang tua yaitu ketika orangtua telah meninggal sementara sang anak tak pernah mendo’akan atau memintakan ampun untuk orangtuanya kepada Allah, maka hal demikian termasuk durhaka kepada orang tua.
Untuk itu marilah sebagai seorang anak dan sampai kapanpun, setua apapun diri kita, tetaplah sebagai seorang anak, maka tugas kita adalah membahagiakan orang tua, bersikap lemah lembut kepadanya melalui ucapan tindakan dan sikap-sikap kita, karena itulah tanda berbakti. Untuk itu wahai anakku, janganlah engkau durhaka berbaktilah karena kebaktianmu akan menyelamatkanmu.
————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 16.07.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘
*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur
Klik web kami :
www.insandinami.com







