15 Cara Berdagang Rasulullah

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN

Sejenak Pagi | 15 Cara Berdagang Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam Agar Sukses dan Berkah (1)

1️⃣Diniatkan karena Alloh Ta’ala
“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rasul-Nya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Alloh dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
(HR.Bukhari-Muslim).

Dasar utama Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam berdagang yakni atas niat karena Alloh Ta’ala. Bukan untuk memupuk harta, mencari keuntungan sebanyak-banyaknya ataupun untuk memikat wanita. Tidak sama sekali! Awal Beliau memulai berdagang, saat itu usianya masih 12 tahun.
Rasululloh Shollahu ‘Alaihi Wassallam berdagang dengan mengikuti pamannya, Abdul Munthalib hingga ke negeri Syam (Suriah). Ketika usianya menginjak 15-17 tahun, Rasulullohu Sholallohu ‘Alaihi Wassallam telah berdagang secara mandiri. Beliau berhasil memperluas bisnisnya hingga ke 17 negara. Sampai-sampai Beliau disebut sebagai khalifah (pemimpin) dagang dan hingga pada akhirnya kecakapannya dalam berdagang mengundang perhatian janda Kaya raya bernama Siti Khadijah. Beliau pun menikahi Khadijah dan usaha dagangannya menjadi semakin sukses. Ya, itulah buah dari sebuah niat yang tulus. Segala sesuatu yang diniatkan untuk mencari ridho Alloh Ta’ala, pasti akan memudahkannya. Maka itu, awali usaha dengan niat lillahi Ta’ala.

2️⃣Bersikap jujur
Dalam menjalani aktivitas kesehariannya, termasuk berdagang, Rasulullaloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam dikenal akan kejujurannya.

Beliau tidak pernah mengurangi takaran timbangan, selalu mengatakan apa adanya tentang kondisi barang, baik itu kelebihannya ataupun kekurangan barang tersebut. Bahkan tak jarang Rasulullohu Sholallohu ‘Alaihi Wassallam melebihkan timbangan untuk menyenangkan konsumennya. Atas kejujurannya itu, beliau pun dianugerahi julukan Al-Amin (yakni seseorang yang dapat dipercaya).

Pentingnya bersikap jujur dalam berdagang juga disinggung oleh Alloh Ta’ala dalam beberapa ayat di Al-Quran, diantaranya yakni:
“Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi ini dengan membuat kerusakan.”
(QS. AsySyu’araa: 181-183)

“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.”
(QS. Ar Rahmaan:9)

“Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil”
(QS. Al An’aam: 152)

“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. ItuIah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS. Al lsraa: 35)

Rasululloh shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat kecuali pedagang yang bertakwa kepada Alloh, berbuat baik dan jujur.”
(HR. Tirmidzi)

3️⃣Menjual barang berkualitas bagus
Prinsip berikutnya yang dianut oleh Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam dalam berdagang yakni menjaga kualitas barang jualannya. Beliau tidak pernah menjual barang-barang cacat. Sebab itu akan merugikan pembeli dan bisa menjadi dosa bagi si penjual.

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan”
(HR. Ibn Majah)

4️⃣Mengambil keuntungan sewajarnya.
Seringkali kita jumpai pedangan …

Masukkan kata pencarian disini