Sejenak Pagi #124 Romadhon 21

Sejenak Pagi #124 Romadhon 21

TETESAN AIR MATA ROMADHON

Segala puji bagi Alloh…
yang tidak melupakan hamba yang mengingat-Nya…
yang tidak mengabaikan permintaan hamba-Nya…
yang memberikan balasan berupa kebaikan-Nya…
sumber segala kebaikan yang tidak pernah putus…
sumber segala nikmat yang tidak pernah habis…

Ya Alloh, betapa banyak nikmat-Mu kepadaku,
namun sangat sedikit sekali yang aku syukuri…
Begitu banyak ujian dan cobaan yang Engkau turunkan, namun diriku belum bersabar diri…

Ya Alloh, jadikanlah nikmat yang Engkau berikan kepadaku sebagai sarana agar aku selalu tetap taat kepada-Mu, dan janganlah Engkau jadikan nikmat itu sebagai sarana untukku selalu bermaksiat, lupa diri, lalai dan sombong…

Ya Alloh, apapun yang terjadi padaku, berilah kesempatan kepadaku untuk kembali bertaubat…
Ampuni sekecil apapun segala khilaf, salah dan dosaku, dan terimalah sekecil apapun semua kebaikan yang pernah aku lakukan…

Ya Alloh, dengan kemuliaan-Mu dan kehinaanku, dengan kekuatan-Mu dan kelemahanku, serta dengan kecukupan-Mu dariku dan kefakiranku kepada-Mu…

Hamba-hamba-Mu selain diriku sangatlah banyak, tapi aku tidak memiliki sesembahan selain Engkau…
Walau Engkau tidak membutuhkanku, tapi aku sangat membutuhkan-Mu…

Tiada tempat kembali dan menyelamatkan diri selain kepada-Mu…
Tiada lagi tempat mengadu dan bersandar selain hanya kepada-Mu…

Ya Alloh, usahaku untuk meraih Surga-Mu sangatlah lamban, dan semangatku untuk menjauhkan diri dari api Neraka-Mu sangatlah lemah…

Aku tidak sabar atas panasnya matahari-Mu, lalu bagaimana mungkin diriku bisa sabar atas panasnya Neraka-Mu…?

Aku tidak sabar atas suara petir-Mu, lalu bagaimana mungkin diriku bisa sabar atas suara adzab-Mu…?

Jika yang bisa berharap kepada-Mu hanyalah orang yang baik, lantas kepada siapakah seorang pendosa berharap dan berdoa…?

Ampunan-Mu lebih luas dari pada dosa-dosaku, dan rahmat-Mu lebih aku harapkan dari pada amalanku…

Aku sujud sementara air mataku berlinang…
hatiku risau atas dosa yang telah diperbuat…
sedih terpejam dan penuh penyesalan…

Aku penuhi lagi panggilan-Mu…
Aku sambut lagi seruan-Mu…
Aku ikrarkan lagi janji kepada-Mu…
Aku hadirkan lagi hati untuk berdo’a dengan rasa takut, mencucurkan air mata dan bergemetarnya badan, maka terimalah taubat nasuhaku…

Terimalah shalatku, puasaku, ruku’ku, sujudku, bacaan al-Qur’anku, do’a-do’aku, dan seluruh amal shalihku meskipun sedikit dan belum sempurna…

Ya Alloh, dengan kondisiku yang jauh dari rasa syukur kepada-Mu, maka janganlah Engkau usir diriku dari pintu rahmat-Mu…

Ya Alloh, dengan kondisiku yang masih sulit untuk tersentuh dan menangis karena takut kepada-Mu, janganlah Engkau usir diriku dari pintu ampunan-Mu…

Ya Alloh, jika Engkau tidak lagi memperdulikanku dan tidak lagi mengasihaniku yang selalu berlumuran dosa dan maksiat, maka kepada siapakah aku akan mengadu yang dapat menyelamatkanku dari adzab dan murka-Mu…?

Ya Alloh, jika Engkau tidak lagi membuka pintu maaf-Mu kepadaku, niscaya diriku akan menjadi orang yang akan menjalani suu-ul khatimah, dan aku…dan aku…dan aku tidak menginginkannya.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

😊❤👍