Sejenak Pagi #278 | Mana Yang Di prioritas kan

A VPN is an essential component of IT security, whether you’re just starting a business or are already up and running. Most business interactions and transactions happen online and VPN
Persyada Al Haromain | Prioritas
Sejenak Pagi #278 | Mana Yang Di prioritas kan

Seorang Guru di depan siswanya memulai materi pelajaran dengan menaruh toples yang bening dan besar di atas meja. Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. prioritas

Beliau bertanya: “Sudah penuh?”

Siswa menjawab: “Sudah penuh”.

Ooooo tunggu… Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya memasukkannya ke dalam toples tadi.

Kelereng mengisi sela-sela bola tenis hingga tidak muat lagi.

Beliau bertanya: “Sudah penuh?”

Siswa pun menjawab: ” Sudah penuh”.

Kemudian sang guru mengeluarkan pasir pantai dan memasukkannya ke dalam toples yang sama.

Pasir pun mengisi sela-sela bola dan kelereng hingga tidak bisa muat lagi.

Semua sepakat kalau toples sudah penuh dan tidak ada yang bisa dimasukkan lagi ke dalamnya.

Tetapi, terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yang sudah penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu.

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:

“Hidup kita kapasitasnya terbatas seperti toples. Masing-masing dari kita berbeda ukuran toplesnya.”

 

Bola tenis adalah hal-hal besar dalam hidup kita, yakni tanggung-jawab terhadap Allah, orang tua, istri/suami, anak-anak, serta sandang, pangan, papan dan kesehatan. Kelereng adalah hal-hal yang penting, seperti pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll. Pasir adalah yang lain-lain dalam hidup kita, seperti olah raga, rekreasi, Facebook, WA, dll.

Jika kita isi hidup kita dengan mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng dan bola tenis tidak akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal-hal kecil. Hidup kita habis dengan rekreasi dan hobby, sementara Allah dan keluarga terabaikan.

Jika kita isi dengan mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dari hal-hal yang besar dan penting hingga hal-hal yang menjadi pelengkap.

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas dan bijak. Tahu menempatkan mana yang prioritas dan mana yang menjadi pelengkap. prioritas

Baca Juga : Sejenak Pagi #277 | Pemenang

Jika tidak, maka hidup bukan saja tidak lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali”.

Lalu sang guru bertanya: “Adakah di antara kalian yang mau bertanya?”

Semua siswa terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dalam pelajaran tadi.

Namun, tiba-tiba seseorang nyeletuk bertanya: “Apa arti secangkir air kopi yang dituangkan tadi …..?”

 

Sang guru menjawab sebagai penutup: “Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bersilaturahim sambil “minum kopi” … dengan tetangga, teman, kerabat, sahabat yang hebat. Dan jangan lupa sahabat lama”   😊

 

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan , tidak saling mencurigai, tidak saling suudhon, tidak saling ghibah apalagi fitnah, tidak saling menyakiti, tidak saling menjatuhkan demi jabatan, tetapi saling mengingatkan dalam kebaikan dan taqwa, siapa tahu nanti teman kita itu yang akan mengangkat kita dari neraka dengan ijin Alloh ….

Betapa indahnya hidup ini.

 

Semoga kita bisa terus istiqomah senantiasa bertutur, berfikir dan berbuat yang baik, beribadah dengan penuh keikhlasan berharap ridho Alloh.

 

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin. prioritas

Artikel Terbaru

eNHa TV

Masukkan kata pencarian disini