fbpx

Kesucian dan Silsila Keturunan Nabi

Kesucian dan Silsila Keturunan Nabi.

Ibnu ‘Abbas meriwayatkan, bahwa Nabi bersabda: “Aku tidak dilahirkan dari perkawinan dengan cara jahiliyah, melainkan dari pernikahan Islam.”

Hisyam ibn Muhammad Al-Kalbi meriwayatkan dari ayahnya, bahwa ia pernah menuliskan nama untuk Nabi lima ratus ribu, dan tak seorang pun yang melahirkan dengan cara perkawinan jahiliyah.

Imam ‘Ali ibn Abi Thalib juga meriwayatkan dari Nabi bahwa beliau bersabda, “Aku dilahirkan dari perkawinan yang sah. Sejak dari Adam hingga ayah dan ibuku tidak sedikit pun tercemar oleh noda-noda jahiliyah.”

Ibnu ‘Abbas meriwayatkan dalam hadis yang lain, bahwa Nabi bersabda: “Tidak sekali-kali pertemuan ayah dan bundaku dengan perkawinan yang tidak sah. Alloh memindahkan aku dari sulbi yang baik ke rahim yang suci, bersih dan terpelihara. Dan tidak ada suku yang terpecah menjadi dua, melainkan aku berada di tempat yang terbaik di antara keduanya.”

‘Aisyah meriwayatkan pula bahwa Nabi bersabda: Jibril pernah berkata, “Aku telah membolak balikkan bumi ini dari barat hingga timur. Maka aku tidak jumpai seorang pun yang lebih utama dari Muhammad, dan tidak kulihat suku yang lebih mulia dari Bani Hasyim.”

Imam Bukhari dari kitab shahihnya meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda: “Aku dibangkitkan pula sebaik-baik kurun yang pernah dialami oleh anak Adam, dari generasi ke generasi berlalu silih berganti, hingga generasi ditempat aku berada sekarang.”

Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat Wathilah ibn Asga’, bahwa Nabi bersabda: “Alloh memilih Kinanah dari keturunan Ismail, memilih suku Quraisy dari keturunan Kinanah, dan memilih suku Quraisy dari Bani Hasyim. Dan aku ini pilihan dari Bani Hasyim.”

Al-‘Abbas meriwayatkan pula, bahwa Nabi bersabda: “Alloh yang menciptakan makhluk-Nya. Menjadikan diriku berada pada sebaik-baik kelompok. Kemudian Dia memilih suku-suku bangsa dan menjadikan diriku pada sebaik-baik rumpun. Maka aku ini berasal dari sebaik-baik asal muasal dan sebaik-baik keluarga.” Demikian juga Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi bersabda: “Alloh memilih makhluknya di antara keturunan Adam, kemudian aku dipilih-Nya dari suku bangsa Arab, maka akulah pilihan dari golongan terpilih.”

Sementara itu, patut untuk diketahui, bahwa Nabi dilahirkan sebagai anak tunggal. Tidak bersaudara kandung, baik laki-laki atau perempuan, karena kehendak Alloh. Agar puncak kemuliaan silsila keturunan yang menjadi ciri khas bagi martabat kenabiannya, berlaku hanya beliau seorang.

Bila diteliti silsila keturunan dan segala hal yang bertalian dengan kelahirannya, maka kita yakin bahwa Nabi benar-benar seorang Nabi pilihan dari rumpun Bani Hasyim dan suku Quraisy. Suku yang merupakan inti dari bangsa-bangsa yang hidup di seluruh jazirah Arab. Di dalamnya terhimpun segala nilai dan unsur kemulian dari kedua ayah bundanya. Lagi pula, tumpah darahnya adalah semulia-mulia negeri di sisi Alloh.

Sungguh indah dan tepat apa yang dikatakan oleh Syamsuddin Ad-Dimasyqi dalam gubahan syairnya:

Alloh memelihara nenek moyangnya
Demi keturunan Muhammad dan nama baiknya
Mereka bebas terhindar segala noda
Akibat perkawinan yang tercela
Sejak Adam dan ayah bundanya

[]

Referensi: Isanul Kamil, Dr. Sayyid Muhammad Alwy al-Maliki al-Hasani

#SemestaMenyambutGembiraKelahiranNabiMuhammadShallallahualaihiwasallam