fbpx

Bicara Pada Diri Sendiri

Sejenak Pagi | Bicara pada diri sendiri

Apakah kita mengira bahwa Alloh Ta’ala menciptakan kita dengan sia-sia.
Hanya untuk senda gurau atas dunia.
Menghimpunkan gunung-gunung dosa tanpa rasa malu berbuat cela.
Melayang angan dan mimpi dalam asyik kilauan pesona dunia.
Menghamba diri kepada serakah nafsu dan tunduk patuh kepada bisikan iblis durhaka.

Apakah kita layak digelar hamba kepada Pencipta sedangkan kita tiada pernah mau tunduk patuh kepadaNya.
Kita merasa bebas merdeka berbuat apa saja mengikut runtunan gelora nafsu yang menggila.

Sadarlah jika kita masih manusia.
Bahwa diri ini adalah amanah Alloh Ta’ala supaya kita jaga dan sucikan dari kotoran-kotoran kemusyrikan dan kemunafikan pura-pura.
Dan amanah ini pernah ditawakan kepada gunung dan makhluk lainnya
Namun mereka menolak kerana tiada sanggup untuk memikulnya.
Lalu manusia yang telah menyanggupi untuk menanggung amanah ini kerana sifat manusia itu yang suka tergesa-gesa.

Tidakkah kita memperhatikan dari apa kita dicipta?

Jasad yang kaku dari saripati air, api, angin dan tanah.
Kita yang dulunya mati diberi hidup.
Kita yang tiada mengetahui sesuatu lalu di ajarkan ilmu.
Kita yang dahulunya lemah diberi upaya.
Kita yang dulunya tiada kehendak diberi nafsu.
Kita buta lalu diberi penglihatan.
Kita tuli lalu diberi mendengar.
Kita bisu lalu diberi berkata-kata.
Dan Alloh Ta’ala yang menyempurnakan kejadian kita mengikut ketetapan atas kehendakNya.
Dan kejadian diri ini adalah bersesuaian dengan apa keperluan selama kehidupan atas dunia.

Lalu apakah kita menganggap segala itu adalah sia-sia tanpa apa-apa makna.
Apakah masih kita mempunyai alasan untuk menyirnakan itu semua?

Tangan dan jari-jemari kita yang di jadikan sesuai dengan keperluan untuk pekerjaan dan menjaga keperluan tubuh.
Kaki yang dijadikan untuk kita berdiri dan berjalan mencari keperluan hidup.

Masihkah tiada perlu kita syukuri semua itu?

Maka nikmat Alloh yang mana lagi hendak kita dustakan, setelah segalanya lengkap dan sempurna kalimat Alloh Ta’ala atas diri & sempurna kejadian kita.

Kenapa tiada kita bersungguh-sungguh memperhatikan akan sifat kepemurahan yang amat kasih sayangnya Alloh Ta’ala pada kita.
Kenapa kita mempersia-siakan amanah Alloh Ta’ala yang telah kita sanggupi menjaga kesuciannya, dengan melilitkan lumpur hitam noda dosa kelalaian yang tiada kesudahan?

Haruslah kita malu dan mencela akan diri ini yang tak tahu mensyukuri dan tiada tahu berterimakasih kepada Alloh Ta’ala yang amat Maha Pengasih itu.

Ambillah peringatan ini sebelum tibanya hari penyesalan, yang tiada sesiapa pun akan bisa menolongmu, melainkan amalan solehmu yang ikhlas dalam kehambaan itu saja yg bisa menyelamatkanmu, dari kesusahan dan azab sengsara di Yaumil Mahsyar kelak.

Hari jum’at, mari membaca Al Kahfi, memperbanyak istighfar, sholawat, doa dan sodaqoh.

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍