fbpx

Keutamaan 4 bulan Haram

Sejenak Pagi | Keutamaan 4 bulan Haram

Alhamdulillah saat ini kita masuk tgl 1 Dzulqo’dah 1442 H, satu diantara 4 bulan haram. Maha suci Alloh Ta’ala yang mengatur alam semesta ini dengan tertata dan begitu detailnya. Adanya siang diiringi dengan adanya malam. Waktu berganti secara semestinya, dan penuh kedisiplinan tanpa ada halangan atau kemacetan layaknya sebuah mesin buatan manusia. Dunia yang sudah tua ini dari sejak terciptanya hingga sekarang tetap berputar secara baik dan lancar, dimana dalam satu tahun terdapat dua belas bulan.

Alloh Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Alloh ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Alloh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Alloh beserta orang-orang yang bertakwa.”
(QS. At-Taubah: 36)

Di antara dua belas bulan tersebut terdapat bulan-bulan istimewa menurut Alloh Ta’ala yang disebut sebagai bulan-bulan haram. Bulan istimewa tersebut berjumlah empat, dan nama-namanya telah dijelaskan di dalam sabda Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam berikut:
“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Alloh menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.”
(HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Bulan haram yang dijelaskan Nabi Muhammad adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Apa maksud dari haram nya bulan-bulan ini? Para alim ulama menjelaskan dalam kitab-kitab mereka tentang sebab yang menjadikan empat bulan ini lain dari yang lain. Kata haram disini mungkin lebih tepat jika disebut mulia, suci, atau terhormat sebagaimana kata haram yang dinisbatkan kepada sutu masjid termulia yaitu Masjidil Haram. Masjidil Haram adalah masjid yang sangat mulia yang didalamnya ada Ka’bah al Musyarrafah. Ibadah-ibadah di dalamnya adalah ibadah khusus yang tidak bisa dilakukan di tempat lain seperti Tawaf, Sa’i, menyentuh Hajar Aswad, Rukun Yamani, berdoa di Multazam dan seterusnya. Shalat di dalam Masjidil Haram lebih baik dan utama dari 100.000 shalat di tempat lain. Inilah kemuliaan besar dari Masjidil Maram tersebut.

Sebagaimana mulianya Masjidil Haram, bulan haram yang empat ini juga sangat mulia. Kemuliaan bulan ini adalah lebih terjaganya bulan ini dari kemaksiatan dan meningkatnya kembali amal-amal shalih kaum muslimin. Kemaksiatan yang dilakukan di dalamnya dosanya lebih besar, dan sebaliknya amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya lebih besar pahalanya.
Seorang muslim maka selayaknya ketika masuk bulan haram hendaknya lebih ekstra berhati-hati dalam tindak kemaksiatan. Maka demikianlah Alloh Ta’ala berfirman dalam ayat di atas yang artinya:
“…maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”

Maksudnya adalah jangan sampai kita berbuat maksiat sehingga kita mendapatkan dosa yang berlipat di bulan ini.”
Kemaksiatan yang dilakukan di bulan ini dosanya lebih besar daripada kemaksiatan di bulan lain.

Misalnya berbohong di bulan Dzulqa’dah dosanya lebih besar dari berbohong di bulan Syawal. Namun sebaliknya, jika seseorang melakukan kebaikan misalnya membaca Al Quran, maka pahalanya lebih besar daripada di waktu yang lain.

Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Alloh Ta’ala mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)

Yaa Alloh Ya Robb Ampunilah kami, terimalah sholat kami, puasa kami dan ibadah kami lainnya.
Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.
Yaa Alloh Ya Robb
Tingkatkan amal ibadah kami.
Hanya kepadaMu kami memohon dan pelindungan, semoga pandemi covid ini segera berlalu.
Jadikan keluarga kami yg sehat dzohir dan bathin.
Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.
Jadikan hamba yang pandai bersyukur dan Bahagia, serta bisa membahagiakan orang lain.
Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
@sejenakpagi.official
😊❤👍