fbpx

Rahasiakanlah Dari Orang Lain

“Sebaiknya amalan kita, kita rahasiakan dari orang lain” (Abi Ihya)

Secara manusiawi kebanyakan manusia sangat senang jika kebaikan yang ia perbuat diketahui oleh orang lain, disebut-sebut dimana-mana.

Secara manusiawi, seseorang akan berusaha menjaga citra dirinya di masyarakat agar mereka tahu bahwa dirinya adalah bagian dari orang-orang baik.

Baca juga: Bersyukur dengan Membaca Hasbanah

Ya, secara umum seseorang akan berusaha melakukan amal kebaikan untuk menghindarkan cap jelek dari masyarakat.

Seperti itulah kebanyakan orang, mereka beramal masih dalam wilayah pencitraan kebaikan di mata orang lain. Ia ingin dikenal sebagai orang yang baik, pemurah, dermawan, dan spirit dunia lainnya. Bukan semata sebab ingin membahagiakan-Nya.

Maka memang amat sulit menghindarkan diri dari hal itu kecuali dengan kita berusaha menyembunyikan kebaikan apapun yang kita lakukan. Sehingga sampai pada tingkat tidak lagi peduli dengan anggapan manusia tentang kita. Terserah saja kita mau dikenal sebagai orang baik, atau jelek yang paling penting adalah bagaimana berusaha meraih cinta dari-Nya.

Inilah tujuan dari penyembunyian amal, yakni bisa mensterilkan amal dari motivasi-motivasi keliru yang ujung-ujungnya adalah dunia dan pencitraan diri.

Baca juga: Mana Sapunya?

Tapi memang ada saat dimana kita tidak semestinya beramal secara diam-diam, yakni dikala kita menjadi figur yang dijadikan teladan oleh masyarakat. Maka menampakkan amal supaya masyarakat meniru dan meneladani apa yang kita lakukan adalah lebih baik dari pada harus menyembunyikannya.

Wallahu a’lam.

(Disyarahi oleh Ust. Shabieq El Himam alumni Ma’had Nurul Haromain Pujon. Saat ini menempuh studi di Al-Azhar Mesir)