Satu Tanda Orang Baik

Oleh | Sumadi – Papua, Da’i Al-Haromain di Freeport Indonesia, Timika

Sebelum saya diutus Abi Ihya’ untuk dakwah di Timika, beliau pernah berkata kepada saya, “Orang itu dikatakan baik atau tidak, selamat atau tidak di akhirat, hanya satu tandanya.”

Saat mendengar perkataan Abi Ihya’ begitu, saya penasaran dalam hati. Maka saya pun bertanya kepada beliau. Abi Ihya’ pun menjawab, “Sapa sing seneng karo habib, insyaAllah wong apik. Sapa sing seneng karo habib, insyaAllah slamet dunyo akhirat.” (Siapa yang senang dengan habib, insyaAllah orang baik. Siapa yang senang dengan habib, insyaAllah selamat dunia akhirat).
Perkataan Abi Ihya’ itu saya ingat sampai sekarang. Dan subhanallah, selama di Timika, saya banyak berkenalan dengan para habaib yang datang ke Timika. Misalnya Habib Ahmad Yunus Al-Muhdhor dari Surabaya, Habib Hadi Al-Aydrus dari Pasuruan, Habib Umar Al-Madehij Pasuruan, Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi Solo, Habib Sholeh Al-Jufri Solo, Habib Abdurrahman Al-Athos Solo, Habib Ahmad bin Novel Bin Salim bin Jindan dari Jakarta, Habib Jindan bin Novel dari Jakarta, Habib Muhammad Al-Kaff Jakarta, Habib Ahmad Al-Kaff Jakarta, Habib Sholeh Al-Kaff Jakarta, Habib Luthfi Al-Athos Jakarta, Habib Ahmad Syarif Maulahela dari Solo, Habib Umar Asegaf Solo, Habib Ali Zainal Abidin Garut, Habib Ali Karor Palembang, Habib Ahmad bin Muhsin Al-Aidid dari Yaman, Habib Alwi Al-Aydrus dari Yaman, Habib Bahar bin Smith dari Jakarta, Habib Hasan Al-Hasni dari Manado dan lain-lain.

Walau sebetulnya waktu masih di Pujon, saya juga kenal dengan para habaib. Namun boleh jadi perkataan Abi Ihya’ di atas seolah memberikan nasihat kepada saya dan sekaligus sebagai pembuka pintu bisa bertemu dengan para habaib yang datang ke Timika.

