REPETITIVE POWER OF SHALAT : PEMBUKA JALAN KESUKSESAN

CAHAYA FAJAR | REPETITIVE POWER OF SHALAT : PEMBUKA JALAN KESUKSESAN

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Shalat sebagai ibadah wajib bagi setiap muslim yang dikerjakan minimal 5 waktu dalam sehari semalam. Diajarkan semenjak dini pada usia tujuh tahun dan menjadi tugas orang tua untuk mengajarkannya serta dipukul pada usia 10 tahun apabila mereka tidak mengerjakannya. Shalat sejatinya adalah berisi doa dan ikrar kebaikan yang diulang-ulang dalam sehari semalam. bahkan terdapat surat Alquran yang wajib dibaca berulang-ulang di dalam salat lima waktu tidak kurang dari 17 kali dibaca, itulah surat Al Fatihah yang dikenal juga dengan as sab’ul matsani, atau tujuh ayat yang diulang-ulang.

Otak kita membutuhkan suatu provokasi yang dapat mendorongnya memberikan suatu instruksi positif pada diri kita untuk melakukan tindakan-tindakan positif yang dapat mengantarkan pada realitas sukses yang diharapkan. Pengulangan atas bacaan sebenarnya dimaksudkan agar pesan tersebut dapat mendarah daging dan menjadi budaya yang mempengaruhi perilaku. Inilah yang disebut Repetitive Power.

Demikian pula disaat sesuatu diulang-ulang hingga 17 kali dalam sehari tentu ada maksud tersembunyi dibalik itu semua untuk mendorong dan membangun sebuah perubahan melalui kekuatan pengulangan pesan. Berarti kita melakukan repetitive power sebanyak 510 kali dalam sebulan (17×30) atau 6.120 kali dalam setahun (510×12). Apabila kita melakukan sholat selama sepuluh tahun saja berarti kita telah mengulangi bacaan surat Al Fatihan sebanyak 61.200 kali. Bayangkan jika hal ini diulangi dan dibaca seumur hidupnya ditambah solat sunnah yang dilakukan atau saat-saat ada sebuah acara ataupun suasana lainnya? Bayangkan energi yang ditimbulkan dari bacaan sebanyak itu.

Di dalam bacaaan surat Al Fatihah itu kita sebenarnya sedang menanamkan sebuah pesan nilai dalam diri kita tentang kepercayaan diri karena merasa selalu berada dalam bimbingan Allah sebab tindakan yang dilakukan atas nama Allah yang Maha Kasih dan Maha Sayang (Bismillahirrahmaanirrahiim). Bahkan khusus untuk kalimat ini kita membacanya minimal 122.400 kali (61.200 x 2 = ditambah bacaan surat setelah membaca surat Al Fatihah) dalam solat kita, belum yang lain.

Di dalam surat Al Fatihah itupula kita sedang mengulang-ulang pesan tentang rasa syukur kita yang mampu membuat ketenangan diri atas segala apa yang diberi dan terjadi (Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin). Pesan yang dibaca berulang-ulang dalam surat Al Fatihah adalah nilai-nilai hubungan antar manusia yaitu saling mengasihani dan memohon belas kasih Allah untuk diri kita (Ar Rahmaan Ar Rahiim). Begitu pula pesan untuk membangun visi masa depan terbaik melalui kalimat maaliki yaumiddiin. Pesan yang lain adalah pesan komitmen, kejujuran, sungguh-sungguh dan pengadian serta memohon pertolongan atas segala situasi (iyyaaka na’budu, waiyyaka nasta’iin).

Pesan selanjutnya adalah menanamkan pesan agar Allah selalu memberikan petunjuk ke jalan yang benar, hidayah (ihdinash shiraathal mustaqiim). Pesan terakhir yang selalu kita ulang-ulang memberikan makna bahwa upaya yang kita lakukan terus terasah, istiqomah, petunjuk yang diberi terus bertahan hingga akhir kehidupan, upaya tanpa kenal putus asa (shiraathal ladziina ‘an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi’alaihim waladhdhaalliin). Pesan paling akhir dan ujung segalanya adalah nilai kepasrahan secara total dengan harapan agar dikabulkan (amiin).

Pengulangan bacaan ini apabila diucapkan dengan sungguh-sungguh, tulus ikhlas akan melahirkan sebuah energi besar, yaitu energi ketundukan, kepasrahan, keyakinan, harapan sukses dan petunjuk serta bimbingan dalam menggapai cita-cita besar dan mulia. Sehingga akan mampu mengarahkan pelakunya menjadi seorang yang terus berada di jalan kepatuhan dan jalan sukses bahkan lebih dari itu harusnya mampu menjauhkan diri dari segala bentuk kemungkaran yang berakibat pada gelapnya hati, tumpulnya pikiran dan gelisahnya perasaan kita. Allah berfirman :”sesungguhnya solat (mampu) mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”. Solat yang dilakukan dengan bacaan yang baik, penuh ketulusan, dan keikhlasan akan menjadi penolong bagi kita dalam menghadapi beragam persoalan dan ujian hidup. Allah berfirman : “Jadikanlah solat dan sabar sebagai penolongmu”.

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 7.08.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com