ANTUSIASME : KARPET MERAH MENUJU SUKSES

CAHAYA FAJAR | ANTUSIASME : KARPET MERAH MENUJU SUKSES

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Kesuksesan seseorang selalu berkorelasi dengan keadaan psikologis dalam diri seseorang. Kebahagiaan mengarahkan seseorang untuk membuka pintu-pintu kesuksesan. Sebab dalam kebahagiaan terdapat rasa senang, semangat dan energi yang akan membuka katup pikiran menjadi kreatif inovatif. Membuka katup motorik untuk melakukan tindakan-tindakan inspiratif.
Pikiran dan tindakan positif inilah yang mendorong seseorang melakukan berbagai produktifitas dalam hidup tanpa ada perasaan yang terbebani. Ketulusan dalam melakukan sesuatu dengan penuh rasa senang dan bahagia menjadikan diri kita semakin bersemangat dalam mewujudkan apapun.

Lalu dimana letak korelasinya?. Logikanya sederhana yaitu disaat seseorang membiasakan diri dengan tersenyum bahagia dalam kesehariannya maka perasaan dan pikiran menjadi lebih positif. Jika hati, perasaan dan pikiran dalam keadaan senang maka semangat untuk melakukan tindakan semakin meningkat dan keinginan mewujudkan harapan dan cita-cita tujuan akan semakin menggelora sehingga jalan sukses akan tampak cerah dihadapan. Dalam sebuah hadist disebutkan. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّكُمْ لَا تَسَعُونَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ لِيَسَعْهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

“Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia” (HR. Al Hakim)

Karena itulah Rasulullah saw memberikan syariat yang sangat sederhana yaitu tersenyumlah dan biasakan bermuka ceria pada orang lain, karena hal itu adalah sebagian kecil dari nilai kebaikan (sedekah) yang bisa kita berikan pada orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits, Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“ (HR. Tirmidzi)

Di hadits yang lain disebutkan:

اَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri” (HR. Muslim)

Perintah ini mungkin dianggap sebagai hal yang sepele, namun ternyata dari hal yang sepele inilah kesuksesan besar dapat kita raih. Tersenyum, ceria, bahagia yang merupakan bentuk antusiasme adalah refleksi dari keyakinan yang ada dalam dada. Sebagai makhluk yang beragama, sebenarnya tidak ada alasan untuk pesimis dalam menjalani kehidupan. Karena keyakinan yang dipahami akan mengarahkan pada sikap optimis. Sehingga yang menjadi alasan mengapa kita harus tersenyum ceria dsb karena karena kita memiliki keyakinan (iman).

Kita yakin bahwa Sang Pencipta sangat pengasih dan penyayang pada hambaNya, rahmadNya jauh lebih banyak daripada murkaNya, keputusanNya pasti adalah yang terbaik untuk hambaNya, dan setiap keputusan tidak pernah salah dan sesuai dengan kapasitas pada masing-masing hambaNya, Sang Pencipta adalah maha adil terhadap hambaNya. Dengan keyakinan yang seperti itu maka tidak alasan bagi setiap insan untuk selalu ceria, tersenyum dan bahagia. Itulah antusiasme, yang dengannya kita akan mudah meraih bintang. Dengan antusiasme sebenarnya kita sedang menyiapkan karpet merah menuju kesuksesan.

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 6.08.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com