Tindakan Kebajikan

Tindakan Kebajikan

Tindakan Kebajikan itu memiliki macam ragam dan syaratnya.

1. Ragam Kebajikan

Kebajikan itu terbagi menjadi dua bagian: perkataan dan perbuatan. Adapun bentuk perkataan yang baik itu semisal ucapan halus, bermuka manis, mampu menyajikan untaian kata nan indah hingga orang lain merasa senang dibuatnya.

Penggerak semua itu tak lain adanya budi pekerti yang luhur serta lembutnya tabiat yang dimiliki oleh seseorang yang terbentuk secara wajar dan alami (tidak dibuat buat), tak melampaui batas hingga tampak seperti orang yang tengah terbuai, dan yang seperti ini adalah perbuatan tercela.

Namun apabila akhlak dan tabiat tersebut tumbuh secara normatif, maka akan tampak lebih baik dan terpuji. Dalam sebuah ungkapan ahli hikmah diterangkan;

“Barang siapa sedikit pemberiannya, maka sedikit pula orang mencintainya”

Sedangkan bentuk perbuatan baik itu seperti; memberi posisi atau kedudukan yang layak, memenuhi kebutuhan, menolong, mengganti peran orang lain dengan mengorbankan kepentingan pribadi.

Dan sebagai penggerak semua itu ialah adanya perasaan gemar berbagi kebaikan dengan orang lain serta senangnya menebar kebajikan terhadap sesama. Kebajikan dalam hal ini, san ah luas dan tidak memiliki batas.

Alasannya ialah karena setiap perbuatan baik yang dilakukan itu pasti bisa mendatangkan dua buah manfaat sekaligus, pertama; manfaat yang dirasakan para pelakunya dengan memperoleh pahala serta mendapatkan penilaian baik dari orang lain untuk dirinya.

Sedangkan manfaat kedua ialah adanya hasil dari pertolongannya tersebut tentu cukup bisa meringankan beban penderitaan orang lain.

Baca Juga : Membersamai Yang Di Cinta

2. Syarat Melakukan Kebajikan

Tindakan Kebajikan, Kebajikan itu mempunyai beberapa persyaratan. Amal kebaikan tersebut tidak akan sempurna dalam pandangan Allah tanpa adanya beberapa kriteria dan syarat dimaksud.

Di antara syaratnya adalah sebagai berikut;

  1. Menutup-nutupi kebaikan yang dikerjakan
  2. Merahasiakan bahwa dirinya telah berhasil melakukan kebaikan. Sebagian ahli hikmah bertutur :

“Tatkala Anda melakukan kebajikan, maka tutupilah dan sebaliknya jika Anda mendapat kebaikan, maka sebarkanlah… !, Ini diperlukan, mengingat kebiasaan tabiat manusia itu suka mengumbar perihal yang sepatutnya dirahasiakan dan senang menutup-nutupi sesuatu yang seharusnya disiarkan”.

  1. Menganggap kecil kebaikan yang dikerjakan. Tindakan ini penting, agar diri Anda sebagai pelakunya itu dapat terhindar dari sikap sombong dan Anda pun terus terpacu semangatnya untuk berbuat baik sebanyak mungkin.

Dengan demikian Anda tidak termasuk orang yang sombong lagi terhina lantaran suka menebar hasil kebaikannya sendiri. Sahabat Abbas bin Abdul Mutthalib radliyaUahu ‘anhu berkata;

“Kebajikan tidak ternilai sempurna melainkan dengan disertai tiga perkara; (1) mempercepat /tidak menunda-nundanya (2) menganggap kecil atau merasa kurang maksimal (3) merahasiakannya”.

  1. Menjauhi sikap mengungkit-ungkit amal, (agar kebaikan amal yang anda dikerjakan tidak sia-sia disisi Alloh, pent.)
  2. Meninggalkan sikap ujub (mengesampingkan Allah dan merasa kebaikan yang ada itu berkat upayanya sendiri). Jika sikap tercela tersebut dibiarkan, itu bisa mengurangi rasa syukur kehadirat Allah sebagai sang pemilik dan pentakdir kebaikan serta dapat menggugurkan pahala yang telah terhimpun.
  3. Tidak sesekali meremehkan segala bentuk kebaikan kendati tampak kecil hasil dan pahalanya, karena jika anda hanya suka terhadap perihal yang besar saja, tentu suatu saat nanti anda tak akan kuasa melakukannya. Tindakan Kebajikan

Baca Juga : Cinta Membuat Ia Bertahan