fbpx

Hukum Potong Gundul

Hukum Potong Gundul

Hukum Potong Gundul, Pertanyaan:

Tradisi di pesantren lazimnya ada sanksi potong gundul bagi para pelanggar peraturan. Bolehkah potong rambut secara gundul padahal ada ungkapan potong gundul adalah tanda dari golongan khawarij?

 

Fulan, di Bumi Allah.

 

Jawaban:

 

Potong gundul atau disebul halq ialah me-motong rambut dengan menghilangkan rambut seluruhnya. Istilahnya plontos. Halq ini beda dengan taqshir yaitu memotong sebagian rambut atau sekedar potong pendek.

 

Kepala gundul memang sebagian dari tanda-tanda golongan khawarij atau kelompok haruriyah (karena mereka banyak berdomisili di daerah Harur).

 

Golongan kategori menyimpang dari jalan tengah (sikap tawassuth) yang menamakan (mendakwakan) dirinya sebagai kelompok Syurah (orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat) ini salah satu tandanya disebut oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasalam sebagai mayoritas gundul. Sabda beliau:

سِيْمَا هُمْ التَّحَالُقُ

Tanda-tanda mereka adalah memotong rambut gundul. (H.R. Muslim)

 

Hukum Potong Gundul, Pada sisi lain, orang-orang gundul disebutkan sebagai orang-orang yang baik seperti orang haji kalau mau tahallul dia melakukan gundul yang lebih baik daripada potong pendek atau potong biasa. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan para sahabat ketika Fathu Makkah, mereka memasuki tanah haram itu dengan potong gundul. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

 

لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ اِنْ شَاءَ اللهُ آمِنِينَ مُحَلّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ

Sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram insya’allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala, dan mengguntingnya. (Q.S. Al Fath: 27)

Baca Juga : Hukum Qurban Patungan

Rasulullah shalallahu alaihi wasalam berdo’a tiga kali:

 

اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَلِّقِيْنَ

Ya Allah rahmatilah orang-orang yang mencukur gundul rambutnya. (H.R. Bukhari I: 298)

 

Untuk perempuan memang tidak boleh gundul, yang diperbolehkan hanya potong pendek atau potong biasa, karena gundul berarti menyerupai laki-laki dan menentang kelaziman, di samping rambut adalah mahkota perhiasan wanita sedang wanita sendiri pada dasarnya adalah perhiasan.

 

Adapun laki-laki potong gundul hukumnya diperbolehkan. Soal itu menjadi alamat golongan khawarij, Imam Nawawi berargumentasi, alamat bisa terdiri dari perilaku haram dan bisa pula terdiri dari perilaku yang diperbolehkan.

 

Beliau mendasarkan pada riwayat Imam Abu Dawud bahwa seorang anak memotong gundul sebagian rambutnya. Beliau lalu bersabda: “Kalau gundul, gundullah semua (jangan sebagian saja, atau (kalau tidak) jangan gundul (sama sekali) saja.”

Dari sini laki-laki boleh gundul, namun semestinya tidak gundul terus, seperti Saolin atau golongan khawarif, namun gundul pada waktu-waktu tertentu, berkala, dan sesekali, seperti Rasulullah shalallahu alaihi wasalam.

 

Hukum Potong Gundul, Beliau gundul pada suatu saat, memotong pendek pada saat lain, dan pada suatu kesempatan beliau tampak memanjangkan rambutnya.