fbpx

Qonaah bukan Hanya Menerima Apa Adanya

Sejenak Pagi | Qonaah bukan Hanya Menerima Apa Adanya

Pesan Guru kami KH. Ihya Ulumiddin, “dadio wong sing qona’ah” jadilah orang yang qona’ah. Memang, kami belum bisa mengamalkan pesan tersebut secara maksimal. Tapi kami akan selalu berusaha untuk mewujudkan dari pesan tersebut.

Qona’ah berasal dari bahasa Arab qona’a yang berarti ‘cukup’ atau merasa cukup. Banyak yang mengartikan bahwa qona’ah adalah menerima apa adanya. Alias nerimo ing pandum. Dalam arti bukan hanya menerima apa adanya tanpa ada usaha selanjutnya.

Berapapun hasil usaha, sedikit atau banyak ia menerimanya dengan lapang dada atau rasa syukur. Tapi masih terus ada usaha untuk menambah usahanya tersebut. Jadi, orang yang qona’ah adalah orang yang telah berusaha maksimal dan menerima hasil usahanya tersebut dengan rasa syukur dan ada usaha untuk berusaha dengan lebih baik lagi. Berusaha untuk mencapai yang lebih baik lagi bukan berarti serakah atau rakus terhadap dunia. Karena sebaik-baik manusia adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Saat ini, kebutuhan manusia pun semakin meningkat. Sangat sulit untuk menjadi pribadi yang qona’ah. Disaat kita hanya mampu mempunyai sepeda motor. Kawan-kawan kita sudah bisa membeli mobil. Entah bayarnya secara cash atau kredit. Kadang terbersit dalam hati kita keinginan untuk bisa mempunyai seperti apa yang orang lain punyai. Padahal belum tentu kita mampu untuk seperti mereka.

Akhirnya dengan berbagai cara kita berupaya untuk bisa mempunyainya. Walaupun sebenarnya itu belum perlu. Atau dalam kita bekerja, kita hanya memperoleh hasil yang tidak sesuai target atau tidak seperti biasanya, kita grundel, memaki-maki hasil yang diterima. Padahal hasil seperti itu tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Nah, pada saat seperti itulah Alloh Ta’ala menganjurkan kepada kita untuk bersyukur terhadap apa yang kita terima. Sebagaimana firmanNya:

Dan ingatlah juga, tatkala Alloh Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“
(QS. Ibrahim:7)

Kenapa kita harus bersyukur? Karena sebenarnya kita adalah orang yang tidak punya apa-apa. Lantas, Alloh Ta’ala memberikan kita kecukupan. “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Covid masih ada disekitar kita, utk itu mari kita tingkatkan iman, aman dan imun diri.
Jaga kesehatan dengan cara yg sehat dan benar, bermasker, cuci tangan, makan yg sehat dan halal, hindari berkerumun, jika tidak sangat penting dirumah saja.

Semoga kita semua sekeluarga sehat dzohir bathin. Dalam lindungan dan Rahmat Alloh Subhanahu wata’ala. Menjadi hamba yang Bahagia, membahagiakan orang lain dan senantiasa bersyukur.
Semoga Alloh Ta’ala mengampuni dosa dan kesalahan kita.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

www.sejenakpagi.info
IG: sejenakpagi.official
😊❤👍