UMUR YANG BERKUALITAS

CAHAYA FAJAR | UMUR YANG BERKUALITAS

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Allah swt memberikan informasi kepada kita bahwa sesungguhnya manusia pada dasarnya merugi dalam kehidupan ini khususnya dalam perjalanan waktu yang telah dilaluinya. Allah swt berfirman:

والعصر إن الإنسان لفي خسر. إلا الذين امنوا وعملوالصلحت وتواصوابالحق وتواصواباالصبر

“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran” (q.s. al ashr: 1-3).

Umur Yang kita lalui akan menjadi berkualitas apabila diri kita memiliki keteguhan keyakinan yang menjadi dasar membangun prinsip …
[4:22 AM, 8/31/2020] Ust Muwafik Saleh: ☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
CAHAYA FAJAR
——————————————————

POLA KONSUMSI DAN MASA DEPAN GENERASI

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Mungkin pada sebagian kita menganggap sepele atas apa yang dikonsumsi oleh generasi kita, padahal apa yang mereka konsumsi akan menjadi darah yang dengannya mengalir darah yang akan menggerakkan otak untuk berpikir, hati untuk merasa, kaki dan tangan untuk bergerak dan beraktifitas. Jika yang dikonsumsi adalah makanan yang sehat lagi halal tentu akan mengalir padanya darah yang halal pula yang nantinya melahirkan cara berpikir dan produk pikiran yang bersih, jernih dan benar. Sehingga lahirlah generasi yang cerdas, kreatif.
Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thoyyib (yang baik), dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mu’minun: 51)

Pada ayat ini ada satu kesan yang seakan ingin disampaikan oleh Allah bahwa ada korelasi antara makanan yang halal dengan perilaku generasi sehingga dapat melahirkan perbuatan baik (amal sholih). Artinya makanan halal itu akan mengobarkan semangat pada seseorang untuk melakukan amal kebaikan dalam perjalanan kehidupannya.

Bahkan Rasulullah saw menegaskan bahwa makanan yang baik itu menjadi jalan terlaksananya kebaikan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْخَيْرَ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ أَوَ خَيْرٌ هُوَ

“Sesungguhnya yang baik tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan. Namun benarkah harta benda itu kebaikan yang sejati?” (HR. Bukhari no. 2842 dan Muslim no. 1052)

Sebab apa makanan halal akan mengobarkan semangat kebaikan. Karena makanan yang kita makan akan menjadi darah yang akan mengaliri seluruh tubuh kita yang kemudian akan menggerakkan pikiran untuk berpikir, menggerakkan mata untuk melihat, menggerakkan tangan untuk berkarya serta memggerakkan kaki untuk melakukan dan melangkah dalam berbagai realitas masa depan.

Sementara makanan yang haram akan mengalir pada dirinya darah yang haram pula sehingga pikiran menjadi kacau, perilaku menjadi arogan , jauh dari moralitas dan spiriualitas
Demikianlah yang dikatakan dalam sabda nabi
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

كل لحم نبت من سحت فالنار أولى به

“Setiap Daging yang Tumbuh dari sesuatu yang haram maka neraka lebih berhak baginya.” (HR. Thabrani).

Hadist ini seakan memberikan sebuah pesan bahwa setiap makanan haram itu akan melahirkan perilaku yang mengarah pada sikap perilaku ahli neraka berupa perilaku mungkar dan hati yang tertutup.

Untuk itulah Allah sangat menganjurkan kepada kita untuk mengkonsumsi makanan yang halal sehingga lahir generasi terbaik. Sebagaimana FirmanNya :
Allah swt berfirman:

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (Q.S: Al-Ma’idah:88)

Kualitas diri seseorang tidaklah hanya ditentukan oleh semata faktor kognitif saja namun juga faktor makanan dan apa yang dikonsumsi oleh generasi. Sebab apa yang dimakan tidaklah hanya berpengaruh pada aspek kesehatan fisik semata namun juga berpengaruh pada aspek psikis dan juga spiritualitas generasi. Jika yang dimakan itu baik (thayyib) tentu secara fisik akan melahirkan generasi yang sehat dan kuat. Dan apabila yang dimakan itu halal maka akan lahir keberkahan atas apa yang dimakan sehingga lahirlah generasi yang cerdas emosi psikologis dan spiritual.

Suatu generasi yang secara kematangan mental baik serta memiliki moralitas akhlaq yang tinggi sehingga terciptalah suatu bangsa yang unggul dan beradab.

karenanya kepedulian kita atas apa yang dikonsumsi oleh generasi kita saat ini merupakan wujud atas tanggung jawab kita atas masa depan suatu bangsa ini.

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 31.08.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com