HIDUP BAHAGIA ALA NABI

CAHAYA FAJAR | HIDUP BAHAGIA ALA NABI

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Islam menginginkan kepada umatnya untuk untuk menjadi pribadi yang kuat sehat psikis dan fisik, serta yang berada dalam lingkungan yang juga positif. Hal demikian adalah menjadi modal bagi hidup yang sejahtera. Untuk itu rasulullah mengajarkan suatu doa yang dibaca pagi dan petang.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.” (HR. Abu Dawud)

Doa adalah harapan suatu keinginan agar apa yang di mintakan dapat terwujud atau dapat dijauhkan dari realitas sebagaimana yang dimintakan itu. Doa di atas sesungguhnya adalah satu Harapan agar dijauhkan dari realitas yang demikian. Dengan kata lain berharap terwujud realitas yang sebaliknya.

Hidup bahagia yang diharapkan adalah berawal dari pribadi yang memiliki beberapa realitas berikut :
Pertama, bahagia pikiran dan perasaan yang jauh dari kebingungan dan kesedihan. Realitas ini dapat terwujud manakala seseorang memiliki kesehatan pikiran dan perasaan. Yaitu sosok pribadi yang dapat menerima realitas dengan penuh kesabaran dan ketawakalan. Realitas yang terjadi dipahami sebagai satu keadaan yang terbaik untuk dirinya pada saat itu, sehingga dapat menerima keadaan Seburuk apapun. Kesediaan menerima realitas yang demikian manakala dalam pikirannya dipenuhi pikiran-pikiran positif (husnudhon) terhadap realitas tersebut. Inilah modal awal dalam membangun pikiran yang bahagia . Untuk itu rasulullah meminta kepada Allah agar dijauhkan dari kebingungan dan kesedihan (alhammi wal hazani).

Kedua, bahagia tindakan yaitu berupa sikap antusiasme dalam menanggapi berbagai realitas yang ada. antusiasme lahir bermula dari pikiran dan perasaan yang positif sehingga mampu melihat Setiap realitas dengan cara yang positif pula sehingga lahir tindakan-tindakan positif. Untuk melahirkan tindakan yang positif, maka harus menjauhkan diri dari kelemahan fisik dan sikap malas dalam tindakan. Doa yang diajarkan oleh Rasulullah tersebut sejatinya ingin mencipta realitas pribadi yang sehat. Rasulullah berdoa agar terhindar dari kelemahan yang artinya pribadi yang diharapkan oleh Rasulullah adalah pribadi yang kuat sehat secara fisik karena membiasakan diri dengan berolahraga serta mengoptimalkan waktunya untuk hal-hal positif dengan penuh antusiasme. Inilah yang diminta oleh Rasulullah agar dijauhkan dari kemalasan.

Ketiga, pribadi bahagia dibangun atas kebiasaan diri yang dermawan, suka membantu orang lain dan jauh dari sifat kikir. Kedermawanan akan mengundang Simpati orang lain atas dirinya sehingga memudahkan dalam interaksi dengan sesama. Di sisi yang lain kedermawanan dapat mengantarkan pada kesehatan fisik. Mengapa demikian ?. Karena dalam memberi, ada kebahagiaan yang saling di resonansi kan antara kebahagiaan si pemberi dan kebahagiaan si penerima. Pada saat kedua kebahagiaan ini bertemu maka akan lahir pribadi yang super bahagia.

Kelima, bahagia ekonomi. Inilah pribadi yang diharapkan oleh Rasulullah yaitu Seseorang yang memiliki kekuatan ruhaniyah kuat, kekuatan fisik, serta pribadi yang jauh dari hutang. Pribadi muslim yang yang diharapkan adalah memiliki kemerdekaan ekonomi sehingga tidak tergantung kepada orang lain. Kemandirian dan kemerdekaan ekonomi akan membuat pribadi bahagia.

Di sinilah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengungkapkan dalam sabdanya dalam bentuk pesan doa, untuk mendorong terwujudnya generasi terbaik.

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 5.08.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com