Agar yang Kita Kerjakan Bernilai Ibadah

Agar yang Kita Kerjakan Bernilai Ibadah

“Seluruh yang kita lakukan, kita harus ‘pasang niat’ agar seluruhnya bernilai ibadah.” (Abi Ihya)

Tujuan penciptaan manusia telah dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur’an, yakni hanya untuk beribadah. Lantas bagaimana caranya tujuan mulia tersebut bisa kita usahakan? Apakah mungkin seseorang dengan kesibukannya yang padat mampu mengusahakan hal itu?

Cara yang tepat dan praktis dalam merealisasikan tujuan penciptaan tersebut tidak lain adalah dengan memasang niat yang baik di setiap apapun aktivitas yang kita lakukan.

Baca juga: Mana Sapunya?

Ya, ibadah tidak akan berbenturan dengan aktivitas harian kita. Semuanya bisa ternilai ibadah kala kita pintar meletakkan niat saleh di kesibukan kita itu.

Dua orang boleh sama-sama makan, tapi orang yang cerdas makan dengan meniatkannya supaya kuat dalam mengabdi kepada Allah dan Rasulullah, sementara yang satu makan hanya demi mengusir lapar belaka. Maka orang pertama akan sukses mendapatkan kenyang dan pahala, sementara yang lain hanya akan mendapatkan kenyang belaka.

Dan hal ini berlaku bagi semua bentuk aktivitas yang kita lakukan, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali.

Niatkan kala kita mandi, memakai parfum, mencuci baju, agar kita tampil prima dihadapan manusia, tidak membuat mereka tak nyaman dengan bau badan kita. Niatkan kala kita berangkat bekerja untuk menyenangkan anak dan istri, tidak hanya agar dapat uang dan menjadi kaya. Niatkan saat kita berhubungan dengan pasangan agar Allah memberi kita anak saleh salehah demi meneruskan perjuangan kita. Niatkan kala kita hendak tidur, untuk menyiapkan fisik untuk kembali mengabdi kepada-Nya. Wal hasil, apapun bentuk aktivitas kita, kita mesti pasang niat yang bagus sehingga aktivitas itu tidak berlalu begitu saja tanpa menghasilkan pahala.

Wallahu a’lam.

(Shabieq El Himam alumni Ma’had Nurul Haromain Pujon. Saat ini menempuh studi di Al-Azhar Mesir)