HARRIK YADAK : MENJADI PRIBADI YANG PRODUKTI

CAHAYA FAJAR | HARRIK YADAK : MENJADI PRIBADI YANG PRODUKTIF

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

“Gerakkan tanganmu, Aku akan menurunkan rezeqi” حرك يدك انزل عليك الرزق, harrik yadak. Makna secara literal dari hadits Qudsi tersebut diatas adalah gerakan tangan. Namun Tentu yang dimaksud dalam cuplikan kalimat tersebut bukanlah semata menggerakkan tangan melainkan berusaha semampu yang bisa dilakukan. Harrik yadak berarti terus bergerak produktif, jangan bermalas-malasan.

Islam sangat membenci orang yang bermalas-malasan dan tidak mengoptimalkan waktunya dengan baik sehingga tidak mampu menghasilkan produktivitas. Sementara keberadaan seorang muslim haruslah mampu meninggalkan segala hal yang bersifat sia-sia. Karena kesia-siaan hanya akan menjadikan seorang muslim tidak bermanfaat. Dalam sebuah hadis nabi dikatakan :

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)

Kemampuan seseorang untuk terus mengoptimalkan diri menghasilkan produktivitas dan menjauhkan diri dari kesia-siaan, tidak adanya kemanfaatan yang diberikan pada orang lain, merupakan indikator dari kebaikan seorang muslim. Islam sangat mengharapkan umatnya agar mampu memberikan banyak kemanfaatan melalui kegiatan-kegiatan produktivitas. Untuk itu sebagai seorang muslim agar mampu menghasilkan produktivitas maka perlu memperhatikan hal-hal berikut :
1. Kelola waktu dengan baik karena seringkali kegagalan yang terjadi pada diri seseorang bukanlah disebabkan ketiadaan kemampuan melainkan disebabkan ketidakmampuan di dalam mengelola waktu. Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang terkait dengan persoalan penting ini, ingin menegaskan pentingnya mengelola waktu, sebagaimana dalam firman Allah :

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr ayat 1-3).

Allah bersumpah dengan waktu bahwa manusia berada dalam kerugian tidak produktif karena mensia-siakannya, kecuali orang-orang yang mampu mengelola waktu dengan baik, penuh perencanaan dan mengoptimalkannya untuk menghasilkan karya-karya produktif yang dilandasi oleh keyakinan yang kuat serta dilihatkan untuk dakwah ilallah.

2. Selalu menggerakkan tangannya artinya tidak tinggal diam selalu berpikir dan bertindak untuk menghasilkan karya-karya produktif. Yaitu orang yang membiasakan dirinya untuk berpikir sesuatu yang orang lain belum sempat memikirkannya, serta bertindak untuk menghasilkan karya sesuatu yang orang lain belum pernah melakukannya. Inilah yang disebut dengan kreatif inovatif.

Harrik yadak, seakan memberikan dorongan motivasi agar seseorang tidak berdiam diri saja. Bahkan terus menggerakkan tangannya melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat, menjalani seluruh waktunya untuk dapat menghasilkan produktivitas. Tidak mensia-siakan waktu yang dimilikinya, karena waktu tidak akan terulang kembali. Ibarat anak panah yang lepas dari busurnya. Sekali melesat maka selamanya tidak akan kembali.

Betapa banyak orang telah menghabiskan waktu yang dimilikinya untuk kegiatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat dipergunakan untuk tidur, bermain, bersantai serta melewatinya tanpa menghasilkan produktivitas apapun. Namun sementara di sisi yang lain, ada pula orang yang setiap detiknya tidak pernah berhenti untuk berpikir dan berkarya, memanfaatkan waktu secara maksimal sehingga mampu menghasilkan produktivitas yang besar.

Kalimat harrik yadak, mendorong seseorang untuk terus menghasilkan inspirasi-inspirasi besar, agar orang lain turut mengambil bagian dalam sebuah proyek produktivitas dan kemanfaatan, baik bagi dirinya maupun sekitarnya. Mereka adalah orang-orang yang sadar bahwa seseorang yang terbaik adalah orang yang mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan sekitar. Itulah orang yang selalu berpikir untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, baik pada dirinya maupun pada realitas sekitarnya, dengan meyakini bahwa tidak ada satupun yang telah Allah ciptakan pada realitas sekitar, baik berupa potensi sumber daya manusia ataupun sumber daya alam yang ada tersebut tidak memiliki potensi, sehingga harus dioptimalkan semaksimal mungkin untuk kemakmuran masyarakatnya. Cara berfikir seperti ini akan menghasilkan kreativitas serta inovasi karena didasari oleh suatu keyakinan bahwa tidak ada satu pun yang Allah ciptakan tersebut sia-sia.

Keberhasilan yang diraih oleh seseorang tentu bukanlah hasil yang tiba-tiba serta tidak pula dihasilkan oleh mereka yang hanya mendiamkan potensi dirinya dan alam sekitarnya. Keberhasilan yang diraih oleh siapapun adalah hasil dari kemampuan orang-orang yang selalu berpikir bahwa potensi yang ada harus terus dikelola dan dikembangkan dengan mengoptimalkan waktu yang dimilikinya, untuk semaksimal mungkin menghasilkan karya-karya produktif melalui potensi yang ada. Harrik yadak, jangan diam, bergeraklah terus, dan lakukan sesuai kemampuan yang ada, maka Allah pasti akan menurunkan rezeki kepada kita.

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 27.07.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com