Empat Syarat Mursyid

Oleh | Ust. Sumadi – Papua, Da’i Al-Haromain di Freeport Indonesia, Timika

Ketika itu Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi Solo, buyut dari Al-Habib Ali Bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, penulis Simtud Duror datang berceramah di Freeport Indonesia, Mimika, Papua.

Selesai berceramah, saya mengobrol lama dengan beliau. Di samping memberikan ijazah Simtud Duror, beliau juga berkata kepada saya, “Ya Sumadi, hendaknya setiap kita harus memiliki seorang mursyid untuk membimbing menuju jalan kepada Allah Subhaanahu wata’aalaa.”
Saya bertanya kepada beliau, “Ya Habib, apa syarat-syarat seseorang itu dikatakan mursyid?”

Maka Habib Alwi menjawab, “Seseorang disebut Mursyid jika memiliki 4 syarat, yaitu orang yang alim alamah yang ilmunya bersanad sambung sampai kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, Murabbi ruhi, suluknya bisa dicontoh, dan ma’rifat kepada Allah Subhaanahu wata’alaa.”
Kemudian Habib Alwi menjelaskan panjang lebar maknanya satu persatu. Lalu saya bertanya, “Ya Habib, adakah di Indonesia ini ulama yang memenuhi kriteria di atas? Jika ada, Insya Allah saya akan datang untuk berguru kepada beliau.”

Maka Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi Solo menjawab, “Kamu sudah punya, ya Sumadi. Ustadz Ihya’ Ulumiddin Guru antum sudah memenuhi semua kriteria di atas.”

Mendengar jawaban Habib Alwi, saya pun kaget dan sekaligus bersyukur diberi seorang guru yang alim alamah yang ilmunya bersanad sambung sampai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, dan sekaligus memenuhi sebagai seorang Mursyid.
Ya Allah Subhanahu wata’aalaa, segala puji bagi-Mu yang telah menganugerahi seorang Mursyid kepadaku untuk membimbing menuju jalan kepada-Mu.