Ringkasan Taklim Sunan Abu Daud

بسم الله الرحمن الرحيم

Taklim Pagi
Kamis, 14 September 2017
Ringkasan Ta’lim Sunan Abu Daud
Oleh | KH. M. Ihya’ Ulumiddin @ Ma’had Nurul Haromain Pujon

Dikisahkan dalam sebuah riwayat hadits Rosul, bahwa terdapat sorg anak perempuan kecil dalam sebuah rumah, ketika Rosul masuk ke dalam, mereka keluar, dan saat Rosul keluar mereka masuk. Hal itu terjadi karena rasa malu dan sungkan anak perempuan tadi akan haibah (wibawa) yg terpancar dari diri Rosululloh.

Dalam riwayat hadits yg lain, disebutkan bagaimana para shohabat di depan Rosul tidak pernah mengangkat wajah mereka. Menundukkan kepala dgn sangat, hingga disebutkan seakan2 terdapat burung di atas kepala mereka. Tiada lain pula, hal tersebut krna wibawa Rosul yg tinggi hingga membuat hati mereka tunduk.

Lain halnya dgn para shohabat laki2 yg masih kecil. Seperti sayyidina Abdulloh bin ‘abbas, dan Sayyidina Abdulloh bin Umar, mereka berani memandang Rosululloh, bahkan memperhatikan setiap inci dari tubuh Rosul, serta memperhatikan sifat2 Rosululloh dgn detail. Krna saat itu, mereka masih belia. Dan merasa bebas dalam melakukan segala sesuatu. Hingga dari beliau2 inilah, muncul periwayatan sifat2 tubuh dan jasmani Rosululloh secara lengkap, jelas dan terperinci. Termasuk di antaranya yaitu Hindun binti Abi Halah.

Namun yg perlu kita ketahui, wibawa yg dimiliki Rosul ini tidak kemudian membuat beliau selalu bersikap serius dgn para shohabatnya. Krna candaan yg beliau lakukan, memiliki manfaat bagi diri beliau, dan juga para shohabat. Inilah uniknya Islam. Dalam ajarannya, segala sesuatu yg mengarahkan pada suatu yg bermanfaat, maka hal tersebut dianjurkan.

Salah satu yg pernah terjadi pula, yaitu sebuah boneka yg dijadikan permainan oleh Sayyidah ‘Aisyah. Rosul tidak melarang beliau memainkannya. Bahkan memberikan kita sebuah hikmah dan pelajaran. Bahwa sorg anak putri, yg bermain dgn boneka kecil yg ia timang2 seolah hal tersebut anaknya, memberikan sebuah pelajaran padanya akan sifat keibuan yg harus dimiliki setiap wanita. Dan anak tersebut, mencoba membiasakan sifat2 tersebut sejak masih belia. Begitu pula berbagai macam permainan bagi anak2 yg lain, permainan yg memberikan manfaat besar bagi pribadi mereka. Seperti memanah, berkuda, dsb.

Dalam sebuah riwayat pula, Rosul menemukan sayyidah & Aisyah bermain dgn sebuah boneka kuda. Rosul bertanya, apakah ini. Sayyidah Aisyah menjawab, Rosul bertanya lagi, Apa pula ini?. Beliau menjawab, Rosul bertanya lagi, kuda bersayap?. Beliau menjawab, Tidakkah engkau mengetahui bahwa sulaiman memiliki kuda yg memiliki banyak sayap?. Rosul pun tertawa senang mendengar jawaban tersebut.

Ma sya Alloh… Sebuah sikap yg ditampakkan seorg suami yg menanggapi kesenangan istrinya. Tidak hanya hal itu, dalam sebuah kesempatan, Rosululloh mengajak istri beliau berlomba lari. Kadang pula berlomba gobak sodor, dll.

Banyak hal yg bisa kita ikuti dan praktekkan dalam hidup ini. Tidak harus dgn sebuah keseriusan yg bisa menimbulkan berbagai kebosanan dalam mengarunginya. Sebuah motivasi dan penyegaran sangat diperlukan untuk menambal berbagai macam virus suntuk dan lelah yg berbahaya bagi seorg muslim yg tengah berjihad menegakkan ajaran agamaNya.

Dalam sebuah kesempatan Rosul ditanya seorg nenek tua ttg apakah ia akan masuk surga. Rosul menjawab, "org tua, tidak ada di surga. Menangislah sang nenek, namun Rosul kemudian melanjutkan, karena engkau akan masuk surga kembali muda dan cantik. Tentu saja sang nenek tua sangat kegirangan saat mendengarnya, dan sangat bersemangat utk menjemput surga.

Dikisahkan pula, bahwa Rosul pernah memanggil seorg wanita dan berkata padanya, bahwa ada putih di mata suaminya. Berlarilah si wanita kembali ke sang suami. Saat disampaikan, tersenyumlah sang suami akan guyonan Rosul, dan mendapati besarnya kepedulian sang istri padanya. Hingga
membuat hubungan keduanya semakin erat.

Terdapat sebuah kisah pula, bahwa Rosul mendapati minuman beliau asin karena istri beliau salah memasukkan garam ke dalamnya. Rosul tidak marah, malah mengatakan pada sang istri, Betapa nikmatnya minumanku pagi ini, andaikata istriku ikut meminumnya juga, pasti aku akan sangat senang. Saat sang istri meminumnya, barulah beliau tersenyum malu krna minuman tersebut terasa sangat asin.

Inilah sifat2 mulia yg diajarkan Rosul dalam kehidupan beliau. Tidak setiap segala sesuatu harus dihadapi dgn hal serius, namun ada kalanya sebuah guyonan (yg tidak terlalu tentunya), diperlukan demi menjaga kestabilan situasi dan merefresh kembali suatu hal yg menurun, menjadi bangkit
kembali ke kondisi awal.