WASIAT UNTUK ANAKKU

CAHAYA FAJAR | WASIAT UNTUK ANAKKU

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Aku wasiatkan ini untuk anakku, sebagaimana yang telah diwasiatkan oleh para Nabi dan Sholihin terhadap anak cucu keturunannya. Aku sarikan ini dari dalam Alquran, sumber mata air Kehidupan yang tak pernah susut, dengan harapan kalian menjadi sebagaimana yang diharapkan dari Alquran oleh Sang Pencipta kehidupan ini.

Berikut beberapa nasihat dari Nabi Ibrahim kepada anaknya sebagaimana diabadikan dalam Quran Surat al Baqarah ayat 130-134.

(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), “Berserah dirilah!” Dia menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam. Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub, “Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecualI dalam keadaan muslim. Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata pada anak-anaknya, “ Apayang kamu sembah sepeninggalku?” mereka menjawab, “Kamu akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, yaitu Ibrahim, Ismail, dan Ishak, (yaitu) Tuhan YangMahaesacdan kami (hanya berserah diri kepada-Nya.” (Qs. Al Baqarah :131-133)

Wasiat Ibrahim terhadap anak keturunannya berisi :
1. Tawakal sepenuhnya kepada Allah. Sikap berpasrah diri adalah sebagai tanda menerima Segala keputusan dan realitas Apapun yang terjadi pada dirinya bahwa hal itu adalah yang terbaik untuknya yang ditetapkan oleh Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Untuk itu wahai anakku, tawakkallah kalian kepada Allah, pasrahkan sepenuhnya urusan kalian kepada Allah setelah kalian melakukannya dengan maksimal. Yakinlah bahwa segala apapun keputusan yang ditetapkan nya pasti yang terbaik untuk kita.

2. Berpegang teguhlah pada Islam dan istiqomah-lah di jalanNya. Sebab Islam adalah agama yang diridhoi oleh Allah. Istiqomah dalam amal kebaikan sebagaimana yang diajarkan dalam Islam adalah cara untuk menuju akhir kehidupan yang baik. Wahai anakku, tetaplah pegang agama ini sekalipun mungkin di akhir zaman ini berpegang teguh pada agama ibarat memegang bara api, namun tetaplah kalian teguh jangan ragu, karena inilah jalan selamat. Duhai anakku, jangan takut kalian akan cemooh, fitnah dan keburukan dari orang yang membenci agama ini, karena kelak kalian akan mengetahui bahwa hanya agama Islam lah yang benar di mata Allah. Duhai anakku istiqomahlah kalian dalam kebenaran sekalipun banyak orang yang membencinya. Teruslah kalian berjuang dalam agama ini, lagi dan lagi, sampai tidak ada lagi (Karte Karte marnahe, marne-marne Karna).

3. Tetaplah pada keyakinan bahwa yang layak disembah hanyalah Allah. Wahai anakku, aku wasiatkan kepadamu, terus kuatkan keyakinanmu kepada Allah, Dia Maha Mengetahui segala apa yang kita sembunyikan. Dia Maha memberi segala apa yang kita butuhkan, maka tidak ada yang layak disembah kecuali Dia, Dia tempat meminta segala urusan, dialah Allah Yang Maha Esa, maka jangan duakan Dia dengan makhlukNya. Wahai anakku, jauhkan diri kalian dari perbuatan syirik yang dapat membuat Allah murka pada kalian, karena berkhianat dengan menduakannya, jauhkan sikap kalian dari perbuatan yang demikian.

Berikut beberapa nasihat dari Luqman kepada anaknya :
1. Jauhilah syirik (QS. Luqman :13). Wahai bibajju.. Anakku, jangan kalian duakan Allah karena Allah Maha Pencemburu, berbuat syirik dengan menduakanNya, hanya akan membuat kalian sengsara selamanya selama hidup hingga di akhirat kelak.

2. Berbaktilah kepada manusia (QS. Luqman :14). Wahai anakku, berbuat baiklah kepada siapapun. Karena perbuatan baik mu itulah yang akan menjadi teman setia saat kegelapan kubur hingga berjumpa dengan Allah swt.

3. Setiap dosa dan kejelekan akan dibalas oleh Allah (QS. Luqman :16). Wahai anakku, jauhkan diri kalian dari perbuatan dosa baik dalam kesendirian maupun dalam keadaan ramai. Karena setiap tindakan kalian, pasti diawasi, dicatat dengan rapi oleh Allah swt dan kalian akan mendapatkan balasannya.

4. Dirikanlah shalat, beramar ma’ruf nahi mungkar dan bersabar terhadap setiap cobaan (QS. Luqman :17). Wahai anakku jagalah salat kalian karena itu modal utama kalian. Tegakkan kebenaran, ajaklah dalam kebaikan dan jangan takut dalam menentang kemungkaran. Jadikan dakwah sebagai jalan hidup kalian. Lalu bersabarlah dijalan dakwah, karena itu jalan berduri, namun akan memuliakan kalian. Tambahkan kesabaran kalian dalam menghadapi setiap rintangan dakwah.

5. Ajaran adab ketika berbicara (QS. Luqman :17). Wahai anakku, jagalah lisan kalian, karena keselamatan kalian ada pada kemampuan menjaga lisannya. Jagalah adab pada saat berinteraksi dengan siapapun. Memuliakan diri kalian dengan dengan akhlak, agar kalian menjadi golongan orang-orang yang beradab.

6. Bersikap tawadhu’ (rendah diri) (QS. Luqman :17). Wahai anakku, jauhkan diri kalian dari kesombongan, karena kesombongan itu selendang kemuliaan Allah, janganlah engkau mengambilny, merendah bukan berarti kalah, bersikaplah yang tawadhu, rendah hati penuh penghormatan pada sesama.

Demikianlah wasiat para nabi yang aku juga wasiatkan kepadamu, wahai anak-anakku. Jagalah wasiatku ini, jalankan kebaikannya dan jauhkan dari segala hal buruk. Jika kalian berpegang teguh dalam menjalankan amanah- ku ini, Maka insya Allah hidup kalian akan mulia dan terselamatkan dari fitnah akhirat.

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 13.07.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com