Mana Sapunya?

“‘Nyapuho!’ kok takon ‘Ndi sapune?’ berarti seng di perintah goblok!.” (Abi Ihya)

Makna: “‘Tolong Sapu!’ kok lantas tanya, ‘Mana sapunya?”, berarti yang diperintah goblok”

Sebuah bahasa pendidikan yang berasal dari Guru Murobbi untuk orang-orang dekatnya. Sebab jika sepintas dilihat, bahasa ini terkesan menohok. Maka bahasa ini tidak bisa dipakai untuk lawan bicara yang tidak memiliki kedekatan dengan Sang Guru. Bahasa semacam: man laisa lahul wirid fahuwal qirid (siapa yang tidak punya wirid maka dia monyet), man laisa lahul adab fahuwa kaddzubab (barang siapa yang tidak punya adab maka dia layaknya lalat) adalah bahasa-bahasa pendidikan yang hanya ditujukkan bagi santri-santri dekat saja.

Baca juga: Mengedepankan ‘Ngalah’

Seorang Murobby adalah sosok pendidik moral yang tentu saja harus memberikan pendidikan secara maksimal, bisa melalui kata-kata, atau bahkan ketingkat pukulan kasih sayang jika memang itu diperlukan. Inilah gaya pendidikan yang diajarkan Rasulullah, Rasul sangat senang jika dirumah ada cemeti yang disiapkan sebagai salah satu sarana mendidik anak, tentu saja melalui tahapan-tahapan yang telah ditetapkan. Tidak seperti kini yang kala anak dimarahi sedikit, orang tua langsung tidak terima melaporkan gurunya itu ke Komnas HAM.

Abuya al-Maliky bahkan seringkali harus memakai tangan untuk mendidik kepekaan murid-muridnya, dan konon bahkan semenjak beliau wafat pukulan itu masih terkenang dan mereka rindukan. Dhorbul habib zabib, pukulan dari kekasih ibarat anggur.

Kembali ke topik, bahwa sebuah perintah dari seseorang, juga perintah melakukan sarana terwujudnya perintah itu. Allah memerintah shalat maka juga perintah mempelajari apapun yang bisa mensahkan shalat tersebut. Maka jika ada seseorang memerintah atau meminta tolong kepada kita menyapu semisal, sebagai orang yang peka jangan sampai kita malah tanya dimana sapunya, dimana ‘engkrak’nya, kita mesti berusaha mencari sendiri atau bertanya kepada orang lain letak sapu yang dimaksud, yang penting orang yang memerintah kita melihat lantai yang dimaksud bersih. Ini pelajaran tentang kepekaan, atau dalam bahasa lain dikenal dengan term ad-Dzauq.

Wallahu a’lam

(Shabieq El Himam, alumni ponpes Nurul Haromain Pujon. Saat ini melanjutkan studi di Al-Azhar Kairo Mesir)