fbpx

Cara Pandang Serba Materi

Dengan model pemerintahan seperti ini,agaknya kita tidak bisa menaruh harapan yang besar kepada mereka.Kecenderungan-kecenderungan komentar yang ada selama ini kesannya mengingkari kehendak untuk tegak berdirinya khilafah islamiyah.Oleh karena itu,apapun kita mesti memulai perjuangan ini dari pertemanan dan pengelompokan kita untuk lebih beradakwah secara lebih serius dan konsisten.

Menapaki jalan dakwah memang bukan seperti menapaki jalan pintas yang lurus dan halus.Diibaratkan dalam Al Quran,aktifitas dakwah itu rasanya seperti menempuh aqobah (jalan mendaki yang terjal nan sukar),seperti halnya aksi membebaskan hamba sahaya dari perbudakan,aksi memberi makan pada hari kelaparan,aksi membantu anak yatim yang ada hubungan kerabat dan aksi menolong orang miskin yang sangat fakir.(QS. Al Balad: 12-17)

Pencerahan pemikiran lewat aktifitas ta’lim dan tasqif serta tathbiq amali,dari aktifitas itu yang kita tempuh selama ini,kiranya merupakan jalur pokok dalam meniti langkah dakwah.Berbagai upaya dan usaha yang kita rancang bangun,kita kembangkan dan kita sebarluaskan lewat pertemanan dan pengelompokan kita,agaknya semata demi tujuan dakwah itu.Tidak ada maksud lain,misalnya untuk membangun kerajaan bisnis maupun mengeksplorasi sumber daya masyarakat,walaupun itu juga kerap menjadi tuntutan dalam siyasat dakwah.

Oleh karena itu,dalam meniti jalan ini,kita selayaknya menghindari praktik-praktik yang memandang segala sesuatu dari ukuran materi.Kita mau berbuat dan bertindak dalam dakwah kalau menguntungkan dan tidak merugikan kita dari segi materi.Ingatlah,cara pandang matrealis ini sangat lemah,karena itu kebanyakan salah.Sosok manusia tampak dari segi materi bagus,nyatanya tercipta dari air mani yang tak bernilai secara materi.Begitu pula benda yang istimewa,seperti minyak kesturi berbau wangi,madu yang manis dan susu yang lezat,padahal secara materi nilainya rendah.Minyak kesturi berasal dari darah Kijang,madu dari tahi Tawon dan susu keluar dari tempat anatara tahi dan darah.

Cara pandang atau model pemikiran (paradigma) materialis adalah cara pandang atau model pemikiran setan.Setan selalu menjadikan ukuran materi sebagai alasan pembenar bagi perbuatannya.Dia tidak melakukan aktifitas kecuali disana kelihatan keuntungan secara materi.Setan selalu mengabaikan nilai immaterial,seperti pahala,kepatuhan dan ketundukan.

Tatkala diperintahkan bersujud kepada Nabi Adam ‘alaihissalam Iblis membangkang.Illat (alas an) yang dijadikan pembenaran atas pembangkangannya itu ialah alasan materi,bahwa dicipta dari api lebih berharga daripada dicipta dari tanah liat.

Alloh Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Alloh Ta’ala berfiman: apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?, Dia menjawab: Saya lebih baik daripadanya,Kau ciptakan saya dari api,sedang dia kau ciptakan dari tanah.” (QS.Al A’rof:12)

Setan,dalam hal ini menafikan unsur lain yang terdapat pada perintah bersujud pada Nabi Adam ‘alaihissalam,yaitu unsur ruh dan unsur berserah diri.Alloh ta’ala tidak menyuruh setan bersujud kecuali setelah jiwa ayah Qobil dan Habil ini disempurnakan dengan menambahkan unsur ruh.Alloh ta’ala berfirman, yang artinya:

(ingatlah) kala Tuhanmu berfirman kepad malaikat: “sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan) Ku,maka hendaklah kamu bersujud kepadanya.” (QS. Shood: 71-72)

Jebakan pada paradigma kapitalisme yang keliru ini selalu terbuka manakala dalam dakwah target pengejaran kita kepada sisi ghorizah baqo’ dan ghorizah nau’ berada di atas segala-galanya.Kita mau berangkat atau tidak berangkat berdakwah,misalnya,manakala kita mengukur dipuaskan atau tidak dipuaskan dari sisi kebendaan dan kewanitaan.Dari doa sehari-hari kita diajarkan jangan kepentingan dunia dijadikan sebagai orientasi terbesar,dan jangan aktifitas keilmuan dijadikan sebagai alat pembenar memperoleh dunia:

اَللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِيْ دِيْنِنَا وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا اَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا

“Ya Alloh,jangan Engkau jadikan musibah kami dalam agama kami,jangan jadikan dunia sebagai cita besar kami.” (Matan Amalul Yaum wal Lailah,An Nasa’I,hal:134hadis no;404)

Dari sejarah masa lalu,banyak aktifitas dakwah bubrah,bahkan hancur-hancuran,tatkala para personilnya berebutan barang dan jasa inventaris milik lembaga dakwahnya.Kekuatan dakwahnya surut manakala kekuatan materi begitu dominan.Kelak suatu saat bila aktifitas dakwah kita besar dan memiliki unit-unit kegiatan yang luas,suatu kekhawatiran adalah kita tidak lagi memikirkan dakwah,melainkan mengurus untuk-ruginya aktifitas dan unitnya.Jadilah lembaga dakwah berubah orientasi menjadi lembaga bisnis,dan aktifitas kita tak lebih dari aktifitas ekonomi.Akhirnya,mari kita merenungkan hadis berikut ini:

فَوَاللهِ لَا الْفَقْرَ اَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ اَخْشَى عَلَيْكُمْ اَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلىَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَا فَسُوْهَا كَمَا    تَنَا فَسُوْهَا فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا اَهْلَكَتْهُمْ – رواه البخا رى

“Demi Alloh,tidak kefeqiran aku khawatir kepadamu.Tetapi aku khawatir manakala dibentangkan kepadamu dunia sebagaimana dahulu dunia dibentangkan kepada orang-orang sebelummu.Kalian bersaing dan berebutan sebagaimana mereka,dan dunia itu menghancurkanmu sebagaimana dunia menghancurkan mereka.” (HR.Bukhori.Jawahir Al Bukhori,hal 350,hadis no 427)