Sejenak Pagi |Kisah Tsa’labah

Sejenak Pagi |Kisah Tsa’labah

Dahulu kala, hiduplah Tsa’labah yang merupakan bagian dari kaum Anshar. Ia hidup dalam jeratan kemiskinan. Meski dalam keadaan miskin, Tsa’labah dikenal sebagai orang yang tetap beriman kepada Alloh Ta’ala dan Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Hingga suatu ketika, saat Tsa’labah (meralat kiriman video sebelumnya, Tsa’labah bukan sahabat Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam) mulai muak dengan kemiskinan yang dialaminya, ia membujuk Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam agar mendoakannya menjadi orang yang kaya raya. Tsa’labah berkata, “Wahai Rasululloh, doakanlah aku agar Alloh melimpahkan harta yang banyak.”

Namun permintaan Tsa’labah tersebut ditolak mentah-mentah oleh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam. Rasululloh shollallohu ‘alahi wasallam menjawab, “Wahai Tsa’labah, sesungguhnya sedikit jasa sesuatu yang bisa engkau syukuri jauh lebih baik daripada yang banyak namun tidak mampu engkau syukuri. Bukankah engkau memiliki suri tauladan dari Rasululloh (yang tidak hidup dengan harta berlimpah?) Demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya, jika aku menginginkan gunung berubah menjadi emas dan perak maka semua itu akan terjadi.”

Mendapat jawaban demikian, Tsa’labah kecewa, namun tetap tidak mengurungkan niatnya. Tsa’labah terus mendesak Rasululloh agar mendoakannya menjadi orang kaya.

Rasululloh shollahu ‘alaihi wasallam paham benar bahwa seseorang bisa lalai karena harta dunia sehingga jika Rasululloh shollahu ‘alaihi wasallam mendoakannya, ditakutkan Tsa’labah akan ingkar kepada Alloh.

Ternyata benar, 3 permintaan Tsa’labah, dipenuhi oleh Rasululloh shollahu ‘alaihi wasallam. Setelah didoakan jadilah Tsa’laba kaya raya, sombong, jadi kikir dan lalai beribadah kpd Alloh Ta’ala.

Sampai utusan Rasulullohu shollahu ‘alaihi wasallam ditolak saat meminta zakat ke Tsa’labah.

Utusan Rasululloh shollahu ‘alahi wasallam itu lalu menyampaikan apa yang dikatakan Tsa’labah hingga membuat Rasululloh shollahu ‘alahi wasallam geram. Rasulullohu shollahu ‘alahi wasallam berkata, “Sungguh celaka Tsa’labah. Sungguh celaka ia.”

Kejadian yang dialami Tsa’labah di atas menjadi sebab turunnya Surah At-Taubah ayat 75-76 yang artinya:

“Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Alloh, ‘Sesungguhnya jika Alloh memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang sholeh.’ Ketika Alloh memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi Kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran).”
(QS. At-Taubah: 75-76)

Sadar akan perbuatannya yang melampaui batas, Tsa’labah lalu memohon ampun kepada Rasululloh shollahu ‘alahi wasallam dan bersedia membayar zakat. Akan tetapi, Rasululloh shollahu ‘alaihi wasallam telanjur mendapat perintah dari Alloh Ta’ala agar tidak menerima zakat dari Tsa’labah sebagai akibat dari kekikiran dan kecongkakannya.

Demikianlah semoga kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang dialami Tsa’labah di atas.
Wallahu a’lam.

Semoga kita senantiasa terus memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan tetap istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

@ sejenakpagi.official
www.sejenakpagi.info
😊❤👍