TANGGUNGJAWAB SOSIAL KAUM TERDIDIK DI MASA NEW NORMAL

CAHAYA FAJAR | TANGGUNGJAWAB SOSIAL KAUM TERDIDIK DI MASA NEW NORMAL

oleh | Akhmad Muwafik Saleh

Manusia menjadi mulia disebabkan karena ilmu. Disaat awal penciptaan Allah telah memuliakan manusia melalui ilmu. Itulah yang membedakannya dengan makhluk ciptaan yang lainnya sehingga Allah swt meminta kepada malaikat untuk bersujud pada saat itu. Sebagaimana dalam sejarah awal penciptaan, Allah swt memberitahukan kepada para malaikatnya tentang rencananya mencipta manusia. Kemudian malaikat protes atas rencana tersebut. Namun Allah Maha Mengetahui atas rencanaNya. Kelebihan dan keunggulan penciptaan manusia adalah karena Anugerah ilmu yang diberikan padanya. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya :

وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلۡأَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمۡ عَلَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِي بِأَسۡمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ

Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!” (QS. Al-Baqarah, Ayat 31)

Dengan anugerah ilmu itulah, manusia menjadi mulia derajatnya dalam pandangan Allah dan manusia. Allah memuliakannya dalam FirmanNya :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Mujadilah, Ayat 11).

Hal ini ini memberikan satu pemahaman bahwa kemuliaan manusia disebabkan ilmu dan manusia akan mulia dihadapan Allah serta di tengah-tengah kemanusiaan apabila memiliki ilmu. Tentu ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang memberikan manfaat kepada diri, masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Inilah yang disebut ilmu Nafi’, ilmu yang bermanfaat.

Kriteria ilmu yang bermanfaat adalah ilmu tersebut datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala, baik yang diturunkan langsung kepada Rasulullah melalui Malaikat Jibril, berupa Alquran dan sunnah nabi, ucapan, tindakan dan keputusan nabi. Ataupun pula ilmu yang diilhamkan kepada para ulama dan orang-orang sholeh sehingga menjadi khazanah keilmuan dan kekayaan ilmu pengetahuan yang mampu semakin mendekatkan diri umat manusia kepada keagungan Sang Penciptanya.

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang disebarkan dan diajarkan kepada orang lain sehingga orang lain mendapatkan pemanfaatan dari nya berupa terbebaskan nya dari kebodohan ketidaktahuan dan kesesatan sehingga dapat memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk serta mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak. Demikianlah rasulullah mengajarkan kepada umatnya agar menyampaikan ilmu walaupun satu ayat :

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Bahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang dengan sangat tegas bahkan melaknat seseorang yang memiliki ilmu namun menyembunyikannya dari pengetahuan publik :

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡتُمُونَ مَآ أَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ وَٱلۡهُدَىٰ مِنۢ بَعۡدِ مَا بَيَّنَّٰهُ لِلنَّاسِ فِي ٱلۡكِتَٰبِ أُوْلَٰٓئِكَ يَلۡعَنُهُمُ ٱللَّهُ وَيَلۡعَنُهُمُ ٱللَّٰعِنُونَ

Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al-Qur’an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat, (QS. Al-Baqarah, Ayat 159).

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dipraktekkan dalam tindakan nyata, memberikan arahan terhadap cara bersikap dan menangani masalah, serta menjadi rujukan dalam setiap perubahan yang akan dilakukan. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang nyata-nyata hadir dalam realitas dan menjadi landasan dalam setiap tindakan serta pengambilan keputusan.

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mampu menjadi jalan keluar dari berbagai persoalan masyarakat. Seorang berilmu harus mampu menyatu dalam masyarakat, memberikan arahan dan bimbingan terhadap masyarakat dan menjadikan ilmunya sebagai landasan untuk membangun perubahan kebaikan bagi masyarakat serta solusi atas berbagai persoalan yang mereka hadapi. Sehingga ilmu yang dikuasainya mampu mensejahterakan masyarakatnya.

Namun dalam realitasnya ilmu dan teori berhenti hanya di ruang-ruang kelas, hasil riset hanya berhenti di ruang-ruang dokumen perpustakaan atau hanya berujud tulisan-tulisan elitis yang hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu, pengabdian masyarakat terkadang hanya sekedar formalitas belaka tanpa pendampingan berjangka panjang yang membangun kemandirian sosial.

Hilirisasi hasil kajian, temuan dan teknologi yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan, perguruan tinggi adalah suatu keniscayaan, yang harusnya terus menjadi motivasi pada semua kalangan terdidik untuk terus memberikan inspirasi perubahan pada masyarakat. Karena sesungguhnya puncak dari pada ilmu adalah manakala ilmu tersebut mampu memberikan kemanfaatan yang besar bagi masyarakat.

Seorang yang berilmu apabila hanya berkutat pada dirinya sendiri atau ilmu itu sendiri tanpa bersentuhan dengan problematika masyarakat dan solusi atas apa yang mereka hadapi, maka hal tersebut hanya sekedar memuaskan akal rasionalitas semata dan ilmu semakin jauh dari nilai kemanfaatannya. Jadi, ilmu yang bermanfaat sejatinya adalah bentuk tanggungjawab sosial dari kalangan terdidik untuk menyebarkan ilmu sehingga mampu merubah kondisi sosial masyarakat. Apakah keberadaan kita sebagai seorang yang berilmu telah mampu menjadi inspirasi perubahan bagi masyarakat di sekitar kita ?.

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 24.06.2020
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur

Klik web kami :
www.insandinami.com

🙏 AYO SHARE DAN VIRALKAN KEBAIKAN