Fas’alu | Hukum Jual Beli di Masjid

Hukum Jual Beli di  Masjid

Pertanyaan:

Di beberapa masjid tampak terdapat pasar yang penuh dengan transaksi-transaksi jual beli. Bolehkah jual beli dilaksanakan di masjid?

Fulan, di bumi Allah

Jawaban:

Abdullah bin Amr bin Ash ra meriwayatkan hadits:

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَى الله عليه وسلَّم عَنْ تَنَاشُدِ اْلأَشْعَارِ فِى الْمَسْجِدِ وَعَنِ الْبَيْعِ وَالشِّرَاءِ فِيْهِ وَأَنْ يَتَحَلَّقَ النَّاسُ فِيْهِ يَوْمَ الْجُمْعَةِ قَبْلَ الصَّلاَةِ

 “Sesungguhnya Baginda Nabi melarang menyanyi-nyanyikan lagu-lagu di masjid, jual beli di dalamnya, dan perkumpulan-perkumpulan manusia di dalamnya pada hari Jum’at sebelum shalat”. (HR Tirmidzi)

Baca juga: Hukum Bersin di Waktu Shalat

 Dari hadits ini terdapat indikasi larangan berjual beli di masjid. Larangan ini menurut Al Mawardi menunjukkan haram. Sedang Imam Asy Syaukani, Imam Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah (jumhur ulama) mengatakan larangan di situ maksudnya larangan yang tiada dosa di dalamnya (makruh). Jadi, jual beli di masjid ini cenderung dihukumi makruh tanzih walaupun transaksi jual beli di dalamnya dihukumi sah dan mengikat seperti pendapatnya Imam Al Iraqi (Tuhfatul Ahwazi, Al Mubarokfury, II/271).Hukum Jual Beli di Masjid.

KHM. Ihya’ Ulumiddin, pengasuh ponpes Nurul Haromain Pujon Malang.