Pitutur | Hidup Itu yang Optimis

Pitutur | Hidup Itu yang Optimis

“Jangan ada putus asa, hidup itu yang optimis!” (Abi Ihya)

Optimis atau tafau’l adalah sikap yang amat disukai oleh Allah dan Rasulullah. Seseorang dengan dosanya saja masih harus optimis, yakin bahwa ia memiliki Tuhan yang Maha Penyayang yang akan memaafkan dosanya meski sebesar gunung. Ia dilarang keras dalam berlaku pesimis, putus asa dalam meraih Rahmat dan Ampunan dari-Nya azza wa jalla. Apalagi hanya urusan impian dan cita-cita yang tidak lebih berat ketimbang dosa.

Baca juga: Jadi Santri Jangan Takut Tidak Makan

Dalam menjalani hidup di dunia ini semestinya kita selalu yakin dan optimis bahwa apa yang menjadi impian dan cita-cita kita pasti terwujud, sebab ada disana Allah yang kala Ia menghendaki satu hal ada, maka cukup dengan kun, maka akhirnya ada. Cukuplah bahwa doa dan usaha yang selalu menyertai aktivitas kita, dan optimisme yang menggeliat yang memotivasi langkah kita.

Semua orang punya kelebihan dan kekurangan, seseorang yang optimis tidak akan menganggap kekurangannya sebagai batu ganjalan baginya untuk meraih kesuksesan. Dan sebaliknya seseorang yang pesimis tidak pernah merasa bersyukur terhadap kelebihan yang ia miliki sehingga ia terus merasa menjadi orang yang hanya memiliki kekurangan tanpa pernah sadar ia memiliki kelebihan. Orang yang optimis mampu menghargai dirinya sehingga ia tahu cara menghargai orang lain. Orang yang pesimis tidak pernah mampu menghargai dirinya sendiri maka bagaimana ia bisa menghargai orang lain? Hidup Itu yang Optimis