Mengangkat Tangan Ketika Berdo’a

Mengangkat Tangan Ketika Berdo’a

Pertanyaan:

Saya mendengar ada seorang yang tidak mengangkat tangan ketika berdo’a dan beralasan bahwa hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh Rosululloh SAW. Sementara yang banyak ditemukan adalah mengangkat tangan ketika berdo’a. Tolong sebutkan dalil mengangkat tangan serta dalil tidak mengangkat tangan!

Abdul Hamid
Latek Sekaran Lamongan

Jawaban:

Mengangkat tangan ketika berdo’a merupakan suatu masalah Furu’ / cabang yang tidak perlu untuk dipermasalahkan. Sebab masing–masing memiliki dalil yang bisa dijadikan pegangan. Orang yang tidak mau mengangkat tangan berpegang pada hadits Anas bin Malik ra yang artinya, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah mengangkat tangan dalam do’a kecuali dalam Istisqo’. Maka Beliau mengangkat kedua tangan hingga putih ketiak Beliau terlihat”HR Bukhori Muslim Abu Dawud.

Sementara orang yang mengangkat tangan berpegang dari dalil–dalil beikut ini:
1) Abu Musa al Asy’ari ra berkata, “Nabi SAW berdo’a hingga aku melihat putih ketiak Beliau” Ibnu Umar ra berkata: Nabi SAW mengangkat kedua tangan lalu berdo’a, “Ya Alloh, saya lepas tangan dari apa yang telah dilakukan oleh Kholid”HR Bukhori.

2) Abu Huroiroh ra bercerita: Thufail bin Amar dari suku Daus (suku Abu Huroiroh ra) datang kepada Rosululloh SAW lalu Beliau SAW menghadap Qiblat, mengangkat kedua tangan dan lalu berdo’a, “Ya Alloh, berikan hidayah kepada suku Daus!” (HR Bukhori dalam al Adabul Mufrid). Abu Huroiroh ra juga berkata: Rosululloh SAW menyebutkan lelaki yang lama melakukan perjalanan dalam keadaan rambut awut–awutan penuh debu seraya menjulurkan kedua tangan ke langit, “Ya Tuhan , Ya Tuhan” padahal makanannya haram, minumannya haram maka bagaimana mungkin dia dikabulkan” HR Muslim.

Baca juga: Hukum Sholat Tidak Ada Air dan Debu

3) Aisyah ra berkisah: Nabi SAW datang di Baqi’ untuk mendo’akan Ahlul Baqi’ dan memohonkan ampunan untuk mereka. Beliau berdiri lama di sana kemudian mengangkat kedua tangannya. Setelah kembali Beliau SAW bersabda, “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku dan mengatakan, “Sesungguhnya Tuhanmu memerintahkanmu supaya kamu memohonkan ampunan untuk Ahlul Baqi’” HR Muslim. 4) Umar ra bercerita: Ketika perang Badar Rosululloh SAW melihat ke arah pasukan musyrik yang berjumlah ribuan dan pasukannya yang hanya berjumlah 319 orang. Nabiyulloh SAW lalu menghadap dan menjulurkan kedua tangan serta dengan lirih berdo’a, “Ya Alloh, penuhilah janjiMu kepadaku, ya Allah berikanlah janjiMu kepadaku!” Umar ra melanjutkan, “ Beliau terus berbisik kepada TuhanNya dengan tetap menjulurkan kedua tangan sehingga selendang Beliau jatuh dari kedua pundaknya” HR Muslim.

KHM. Ihya’ Ulumiddin, pengasuh ponpes Nurul Haromain Pujon Malang.

Iddah Bagi Perempuan Hamil Karena Zina

Imam al Ghimaari menuturkan: Jumhur ulama hadits sepakat bahwa hadits–hadits tersebut lebih utama didahulukan daripada hadits riwayat Anas bin Malik ra. Sebab puncak yang ditunjukkan (Madlul) hadits Anas di atas adalah menunjukkan bahwa Anas tidak pernah melihat Rosululloh SAW mengangkat kedua tangan kecuali dalam sholat Istisqo’. Ini tentunya tidak lantas menafikan bahwa sahabat lain melihat Nabi SAW mengangkat kedua tangan ketika berdo’a. Di samping itu hadits Anas menafikan (Naafin) sedang hadits–hadits tersebut menetapkan (Mutsbit) dan seperti telah disepakati dalam kaidah Ushul bahwa dalil–dalil yang menetapkan harus didahulukan dan mengakhirkan dalil–dalil yang menafikan. Kendati demikian ada pula pendapat bahwa maksud Anas ra tidak melihat Rasulullah SAW mengangkat tangan kecuali dalam sholat Istisqo’ adalah tidak melihat Nabi SAW mengangkat tangan tinggi–tinggi kecuali dalam Istisqo’. Artinya Anas ra juga melihat Rasulullah SAW mengangkat tangan ketika berdo’a dalam kesempatan lain. Ini berarti tidak ada Nafi atau Itsbat dalam masalah ini yang kesimpulan akhirnya adalah bahwa mengangkat tangan dalam berdo’a merupakan satu hal yang disepakati oleh para sahabat. Mengangkat Tangan Ketika Berdo’a