Romadhon 29

Romadhon 29

Alhamdulillah masuk hari ke 29 bulan suci Romadhon, setelah ini Idul Fitri.

Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada – yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci.

Fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam yang artinya:

”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” Dalam Riwayat lain: “Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam makan kurma dalam jumlah ganjil.”
(HR.Bukhari).

Dengan demikian, makna Idul Fitri adalah hari raya saat umat Islam kembali berbuka atau makan. Karena itu salah satu sunnah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah makan atau minum walaupun sedikit. Ini menunjukkan bahwa hari raya idul fitri 1 syawal adalah waktunya berbuka dan haram untuk berpuasa.

Sedangkan kata Fitri yang berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam yang artinya “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Alloh, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alayh).

“Barangsiapa yang sholat malam di bulan Romadhon dengan didasari iman dan semata-mata karena mengharap ridho Alloh, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaih).

Bagaimana ucapan saat Idul Fitri?

“Para sahabat Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari raya, mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya: taqabbalallahu minna wa minka,” tulis Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Baari.

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
artinya, “Semoga Alloh menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.

Ada ucapan yg lebih panjang yaitubl “Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘ammin wa antum bi khair.”

Artinya, ” Semoga Alloh menerima (amal ibadah Ramadlan) kami dan kamu. Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu senantiasa dalam kebaikan.”

Lalu bagaimana jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum?

Jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum adalah doa yang sama: Taqabbalallahu Minna Wa Minkum atau Taqabbal yaa kariim.

Adapun ucapan minal aidin wal faidzin artinya “semoga kita semua tergolong orang yang kembali dan berhasil”. jadi arti minal aidin wal faidzin yang diucapkan saat Idul fitri adalah doa dan harapan agar kita semua menjadi golongan orang yang kembali ke fitrah atau suci.
“Minal Aidin wal Faizin” lebih menyimpan arti pencapaian seorang mukmin setelah berpuasa penuh dan melawan hawa nafsunya dengan beribadah kepada Alloh Ta’ala di bulan Romadhon.

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin