Romadhon 28

Romadhon 28

Menangislah…
Saudara dan Sahabatku
Sebelum bulan suci Romadhon pergi.

Kita pernah berjanji mengkhatamkan Al-Qur’an…
Tapi setelah Romadhon tiba di akhir hitungan, kita tak juga beranjak dari Juz awalan atau pertengahan Al-Qur’an…

Menangislah…
Sebelum bulan Romadhon pergi.

Kita pernah berjanji akan menyempurnakan Qiyamullail (sholat malam) yang bolong penuh tambalan…
Tapi setelah Romadhon tiba di akhir hitungan, kita tak juga menyempurnakan Qiyamullail itu…

Menangislah…
Sebelum Ramadhan pergi.
Kita berdo’a sejak bulan Rajab dan Sya’ban agar disampaikan ke bulan Romadhon…
Tapi setelah Romadhon tiba di akhir hitungan, ternyata kita masih juga tak bisa menahan diri dari kesia-siaan…
Dan ternyata kita masih juga tak bisa menambah banyak ibadah Sunnah…
Bahkan, terkadang yang Wajib hampir terlewatkan…

Menangislah wahai saudaraku…
Biar butir air mata bening itu jadi saksi di hari Kiamat…
Bahwa diri kita masih bodoh, lalai, sombong dan terlena…
Sehingga bulan Romadhon yang mulia dan selalu dirindukan ini pun disia-siakan…

Menangislah…
Dan tuntaskan semuanya pada hari ini atau malam ini dan hari-hari atau malam-malam berikutnya…
Atas i’tikaf (berlama-lama ibadah di Masjid) yang belum juga kita lakukan…
Atas lembaran Al-Qur’an yang menunggu dikhatamkan…
Atas zakat yang menunggu diberikan…
Atas Sholat Wajib yang menunggu segera dilakukan di awal waktunya…
Atas Sholat Sunnah yang menunggu dijadikan pahala tambahan atau tambalan bagi kekurang-khusyu’an Sholat Wajib kita…

Menangislah…
Alloh belum menjanjikan apapun pada masing-masing hamba-Nya untuk Ramadhan tahun depan…
Karena kematian hanya Alloh Yang Maha Mengetahuinya…
Apakah kita masih akan dipertemukan lagi dengan bulan suci Romadhon atau tidak…

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin