Puncak Keinginan

Puncak Keinginan

Puncak Keinginan, Keinginan meraih dunia seringkali menjadi yang terbesar dalam hati kita. Karena manusia lebih mengejar sesuatu yang kasat mata.

keinginan meraih dunia seringkali mendatangkan kekecewaan dan kegalauan di saat tak dapat meraihnya.

Ketika berhasil meraihnya, seringkali membuat lupa dan menimbulkan kecongkakan dan keserakahan.

Baca Juga : Hukum Isra Mi’raj

Bahkan tak pernah puas untuk mengumpulkannya.

Menjadikan hati miskin dan rakus.

Sedangkan keinginan meraih akherat seringkali dikesampingkan.

Padahal ketika hati hanya berharap akherat, ia akan menjadi hati yang kokoh. Ia akan selalu merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya dari kehidupan dunia.

Karena ia sadar bahwa kenikmatan dunia hanya sementara dan kelak akan dihisab oleh pemiliknya yaitu Alloh Azza Wajalla.

Hati yang menginginkan akherat tak mudah galau dan bersedih hati ketika terluput dari dunia.

Puncak Keinginan, Ia hanya menggantungkan pengharapannya kepada sang pencipta. Ia memandang dunia sebagai sesuatu yang hina.

Sehingga ketika dunia mendatanginya, ia tak tertipu bahkan ia khawatir akan beratnya hisab pada hari kiamat.

Sungguh indah hati seperti ini.

 

Inilah rahasia sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

“Barangsiapa yang keinginannya adalah negeri akhirat, maka Alloh akan mengumpulkan kekuatannya, menjadikan hatinya kaya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.

Namun barangsiapa yang niatnya mencari dunia, Alloh akan mencerai-beraikan urusan dunianya, menjadikan kefakiran di pelupuk matanya, dan dunia yang berhasil diraih hanyalah apa yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Imam Ahmad).

Baca Juga : Musibah, Nikmat yang  tak beraroma

Nabi shallallahu alaihi wasallam selalu memohon kepada Alloh Ta’ala agar tidak menjadikan dunia sebagai puncak keinginan dan puncak keilmuannya. Beliau berdoa:

“Dan jangan engkau jadikan musibah itu menimpa agama kami. Dan jangan Engkau jadikan dunia sebagai puncak keinginan kami dan puncak pengetahuan kami.

Dan jangan Engkau jadikan orang yang tidak menyayangi kami sebagai penguasa kami.” (HR At Tirmidzi)

 

Semoga Alloh Ta’ala senantiasa membimbing Kita Untuk Selalu dalam kebaikan dan kebahagiaan hidup.

Puncak Keinginan, Semoga kita terus istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala dan diberi kekuatan oleh Alloh Ta’ala utk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna, Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin