Al Himariyyun

Download Nasroh Taushiah Januari 2020

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

  • الْحِمَارِيُّوْنَ

 

الْحِمَارُ: حَيَوَانٌ مَعْرُوْفٌ يُعَبَّرُ بِهِ عَنِ الْجَاهِلِ  وَيُضْرَبُ بِهِ الْمَثَلُ فِى الْغَبَاءِ وَالْحَمَاقَةِ . وَقَدْ قِيْلَ:

تَعَلَّمْ يَا فَتَي فَالـْجَهْلُ عَارٌ # وَلَا يَرْضَي بِهِ إِلَّا حِمَارٌ

قَالَ اللهُ تَعَالي: (مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لـَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا  بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِآيَاتِ اللهِ وَاللهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ) الجمعة:5.

مَعْنَي (حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ) كُلِّفُوْا عِلْمَهَا وَالْعَمَلَ بِهَا ثُمَّ لـَمْ يَحْمِلُوْهَا ثُمَّ لـَمْ يَعْمَلُوْا بـِهَا فَكَأَنَّهُمْ لـَمْ يَحْمِلُوْهَا فِى الْحَقِيْقَةِ لِفَقْدِ الْعَمَلِ , لَا يَشْعُرُ هذَا الـْحَيَوَانُ بـِمَا يَحْمِلُ مِنْ كُتُبٍ إِلَّا بِثِقَلِهَا وَلَا يُـمَيِّزُ  بَيْنَ أَنْ يَكُوْنَ الْمَحْمُوْلُ عَلَى ظَهْرِهِ خَشَبًا أَوْ حَجَرًا أَوْ كُتُبًا فِيْهَا أَدَقُّ أَسْرَارِ الْخَلْقِ وَأَحْسَنُ مَنْهَجٍ فِى الْحَيَاةِ  . لَقَدِ اقْتَنَعَ هَؤُلَاءِ الْقَوْمُ بِتِلَاوَةِ التَّوْرَاةِ وَاكْتَفَوْا بـِذلِكَ دُوْنَ أَنْ يُعْمَلَ بـِمُوْجَبِهَا هؤُلَاءِ مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الْحِمَارِ الَّذِي يُضْرَبُ بِهِ الْمَثَلُ فِى الْغَبَاءِ وَالْحَمَاقَةِ  قَالَ الرَّاغِبُ: السِّفْرُ الْكِتَابُ الَّذِي يُسْفِرُ عَنِ الْحَقَائِقِ اَيْ يَكْشِفُ وَخُصَّ لَفْظُ الْأَسْفَارُ فِى الْآيَةِ تَنْبِيْهًا عَلَى أَنَّ التَّوْرَاةَ وَإِنْ كَانَتْ تُكْشَفُ عَنْ مَعَانِيْهَا إِذَا قُرِئَتْ وَتُحُقِّقَ مَا فِيْهَا فَالْجَاهِلُ لَا يَكَادُ يَسْتَبِيْنُهَا كَالْحِمَارِ الْحَامِلِ لَهَا . اهـ .[1]

وَيَشْمَلُ هذَا الْخِطَابُ الْمُسْلِمِيْنَ كَمَا أَشَارَ إِلَيْهِ قَوْلُه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: [لَتَرْكَبُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّي لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ دَخَلَ جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمْ وَحَتَّي لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ جَامَعَ امْرَأَتَهُ بِالطَّرِيْقِ لَفَعَلْتُمُوْهُ] رواه الحاكم.[2]

وَلـِهذَا كَانَ السَّلَفَ كَسُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ يَقُوْلُوْنَ:

مَنْ فَسَدَ مِنْ عُلَمَائِنَا فَفِيْهِ شِبْهٌ  مِنَ الْيَهُوْدِ وَمَنْ فَسَدَ مِنْ عُبَّادِنَا فَفِيْهِ شِبْهٌ مِنَ النَّصَارَي قَضَاءُ اللهِ نَافِذٌ بـِمَا أَخْبَرَ رَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بـِمَا سَبَقَ فِى عِلْمِهِ لكِنْ لَيْسَ الْحَدِيْثُ إِخْبَارًا عَنْ جَمِيْعِ الْأُمَّةِ لِمَا تَوَاتَرَ عَنْهُ أَنَّهَا لَا تَجْتَمِعُ عَلَى ضَلَالَةٍ . اهـ.[3]

وَمِنَ الْمَعْلُوْمِ أَنَّ هُنَاكَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ رَجُلًا نَالَ شَهَادَةً عَالِيَةً فِى الْعُلُوْمِ الدِّيْنِيَّةِ فِى جَامِعَةٍ مِنَ الْجَامِعَاتِ الْكُبْرَي وَقَدْ نَالَ مَعَ الشَّهَادَةِ بِفَضْلِ ذَكَائِهِ وَحِدَّةِ ذِهْنِهِ الْكَثِيْرَ مِنَ التَّزْكِيَاتِ الَّتِي خَوَّلَتْ لَهُ أَنْ يَتَوَلَّي التَّدْرِيْسَ وَالْخِطَابَةَ وَاعْتِلَاءَ الْمَنَابِرِ  الْكَثِيْرَةِ وَالْحُضُوْرَ لِلْمُؤْتَـمَرَاتِ وَرِئَاسَةَ الْكَثِيْرِ مِنَ الْجَمْعِيَّاتِ وَالْمُؤَسَّسَاتِ وَالْمُنَظَّمَاتِ وَقَدْ نَالَ بِسَبَبِ قُدْرَتِهِ الْفَائِقَةِ عَلَى اْلإِسْتِحْمَارِ وَرِضَا الْكَثِيْرِ مِنَ الْمُنَظَّمَاتِ الْعَالَمِيَّةِ الْمُخْتَلِفَةِ وَخُصُوْصًا مُنَظَّمَةُ الصِّهْيَوْنِيَّةِ الَّتِي ضَمَّتْهُ شَرَفِيًّا إِلَى أَعْضَائِهَا الْمَخْفِيِّيْنَ مَعَ كَوْنِهِ مُسْلِمًا وَرِثَ الْإِسْلَامَ مِنْ آبَائِهِ لِمِئَاتِ السِّنِيْنَ وَقَدْ أَخْفَتْ اِسْمَهُ وَلَمْ تُعْلِنْ عَنْهُ حِرْصًا عَلَى حَيَاتِه فَحَيَاتُهُ أَهَمُّ عِنْدَهَا مِنْ رَئِيْسِهَا.

قَالَ أَهْلُ الْمَعَانِي: هَذَا الْمَثَلُ مَثَلُ مَنْ يَفْهَمُ مَعَانِيَ الْقُرْآنِ وَلـَمْ يَعْمَلْ بِهِ وَأَعْرَضَ عَنْهُ إِعْرَاضَ مَنْ لَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِ. اه[4]ـ  وَهُوَ أَقْبَحُ مَثَلٍ ضَرَبَهُ اللهُ تَعَالي لِمَنْ لـَمْ يَنْتَفِعْ بِأَنْوَارِ الـْهِدَايَةِ الْإِلـهِيَّةِ  اهـ.[5]

وَلـِهذَا قَالَ مَيْمُوْنُ بْنُ مِهْرَانَ: يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ اتَّبِعُوا الْقُرْآنَ قَبْلَ أَنْ يَتَّبِعَكُمْ ثُمَّ تَلَا هذِهِ الْآيَةَ .[6] قَالُوْا:  هُوَ أَكْفَرُ مِنَ الْحَمِيْرِ اي أَجْهَلُ لِأَنَّ الْكُفْرَ مِنَ الـْجَهَالَةِ فَالتَّشْبِيْهُ بِهِ لِزِيَادَةِ التَّحْقِيْرِ وَالْإِهَانَةِ وَلِنِهَايَةِ التَّهَكُّمِ وَالتَّوْبِيْخِ بِالْبَلَادَةِ وَلِتَشْنِيْعِ حَالـِهِمْ وَهُوَ مِنْ تَشْبِيْهِ الْمَعْقُوْلِ بِالْمَحْسُوْسِ وَلِذلِكَ ذِيْلَ بِذَمِّ حَالـِهِمْ (بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِآيَاتِ اللهِ وَاللهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ) .

عَلَي أَيِّ حَالٍ يُعْتَبَرُ ذلِكَ اَيْضًا تَحْذِيْرًا لِلْمُسْلِمِيْنَ كَافَّةً مِنْ أَنْ يَنْتَهُوْا إِلَى مَا انْتَهَي إِلَيْهِ الْيَهُوْدُ فَقَدْ شَمِلَتْهُمُ الرَّحْمَةُ اْلِإلـهِيَّةُ وَنَزَلَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ الْكَرِيْمُ لَا لِكَيْ يَضَعُوْهُ عَلَى الرُّفُوْفِ يَعْلُوْهُ الْغُبَارُ أَوْ يَحْمِلُوْهُ كَمَا تُحْمَلُ التَّعَاوِيْذُ أَوْ مَا إِلَي ذلِكَ وَقَدْ لَا يَتَعَدَّي اهْتِمَامُ بَعْضِ الْمُسْلِمِيْنَ بِالْقُرْآنِ أَكْثَرَ مِنْ تِلَاوَتِهِ بِصَوْتٍ جَمِيْلٍ فِي أَغْلَبِ الْأَحْيَانِ .

 

=وَاللهُ يَتَوَلَّي الْجَمِيْعَ بِرِعَايَتِه=

 

  (3) Al Himariyyun

Himar adalah hewan yang sudah cukup dikenal dan biasa dipakai untuk sebutan (cap buruk) bagi orang yang bodoh, dan digunakan pula sebagai perumpamaan tentang bodoh dan goblok seperti dikatakan:

Belajarlah wahai anak muda karena bodoh itu cacat yang tidak diterima kecuali oleh himar.

Allah Swt berfirman: “Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti himar yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zhalim“(QS al Jum’at:5)

 

Makna “…dipikulkan kepadanya Taurat…” adalah bahwa mereka dibebani agar mengerti dan mengamalkan. Kemudian mereka tidak memikulnya  dan (tentu) tidak pula mengamalkanya. Jadi pada hakikatnya sungguh seakan mereka tidak pernah memikulnya karena tidak pernah ada praktek yang dilaksanakan.

Hewan ini tidak bisa mengerti tentang kitab-kitab yang dipikulnya kecuali hanya sekedar ada beban yang dipikul. Ia tidak bisa membedakan (tidak peduli pada) beban yang dipikulnya apakah itu berupa kayu, batu atau kitab-kitab yang memuat detil rahasia-rahasia makhluk dan manhaj terbaik kehidupan. Mereka sudah merasa puas dan merasa cukup hanya dengan membaca Taurat meski tanpa mempraktekkan tuntunannya. Perumpamaan mereka adalah seperti himar yang menjadi kiasan tentang bodoh dan goblok. Ar Raghib berkata: As Sifr (al Asfaar ; jamak) adalah kitab yang mengungkap dan menjelaskan hakikat-hakikat. Teks ini secara khusus digunakan dalam ayat sebagai peringatan bahwa meski telah diberikan penjelasan makna-makna Taurat serta diberikan kajian secara mendalam, akan tetapi tetap saja orang yang bodoh tidak bisa mengerti  seperti halnya himar yang memikulnya.

 

Khithab ini juga berlaku bagi kaum muslimin sebagaimana diisyaratkan oleh sabda Rasulullah Saw: “Sungguh benar-benar kalian akan terus mengikuti jejak orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sehingga andai salah seorang dari mereka mamasuki lubang dlabb (kadal ekor berduri) niscaya kalian juga pasti ikut memasukinya dan sehingga andai seorang dari mereka mengumpuli isterinya di jalan niscaya kalian juga pasti ikut melakukannya”HR Hakim.[7]

 

Oleh karena inilah para salaf seperti Sufyan bin Uyainah mengatakan:

“Seseorang dari para ulama kita yang mengalami kerusakan maka pada dirinya ada keserupaan dengan Yahudi. Seseorang dari para ahli ibadah kita yang mengalami kerusakan maka pada dirinya ada keserupaan dengan Nashrani. Inilah qadla’ Allah Swt yang pasti terjadi sebagaimana halnya diberitakan oleh Rasulullah Saw dan sesuai dengan yang terdahulu di dalam ilmuNya. Akan tetapi hadits tersebut bukanlah berita tentang kondisi seluruh umat karena juga terdapat banyak riwayat (mutawatir) dari beliau Saw bahwa sesungguhnya umat ini tidak akan bersepakat dalam kesesatan.”[8]

 

Dan sudah dimaklumi bahwa sesungguhnya di sana, dari kaum muslimin, ada seorang tokoh yang meraih gelar akademik tinggi dalam bidang ilmu agama dari salah satu universitas besar. Oleh karena kecerdasan dan ketajaman otaknya, maka selain meraih gelar ia juga mendapatkan banyak rekomendasi yang memberikan kewenangan kepadanya untuk; memangku jabatan sebagai dosen, berceramah dari satu mimbar ke mimbar berikutnya, menghadiri seminar-seminar, dan menjadi pimpinan di banyak lembaga, yayasan dan organisasi. (tetapi sangat disayangkan), oleh sebab keunggulan yang dimiliki, ia pun mendapatkan kesempatan melakukan istihmaar (upaya pembodohan dan penyebaran kesesatan di kalangan umat) dan mendapatkan dukungan dari banyak organisasi dunia yang berbeda-beda, utamanya organisasi zionis yang menempatkannya sebagai salah satu anggota kehormatan yang namanya dirahasiakan, padahal ia adalah seorang muslim dan mewarisi islam dari nenek moyang sejak ratusan tahun. Oleh organisasi zionis pun nama tokoh tersebut dirahasiakan dan tidak dimunculkan demi keselamatannya karena hidupnya bagi mereka lebih penting daripada pimpinan mereka sendiri.

Para ulama ahli al ma’ani:

Perumpamaan ini adalah perumpamaan orang yang memahami makna-makna al Qur’an tanpa mau pernah mengamalkannya. Ia justru berpaling dari al Qur’an seperti tidak membutuhkannya.[9] Inilah perumpamaan terburuk yang dibuat oleh Allah Swt bagi orang yang tidak bisa mengambil manfaat dari cahaya hidayahNya.[10]

Oleh karena inilah Maimun bin Mihran mengatakan:

“Wahai ahli al Qur’an, ikutilah al Qur’an sebelum ia mengikuti (kemauan)mu” lalu ia pun membaca ayat ini.

Mereka mengatakan:

Ia lebih ingkar daripada himar, maksudnya lebih bodoh karena pengingkaran (kekafiran) adalah bersumber dari kebodohan. Jadi menyerupakan dengan himar justru semakin menghina dan merendahkan, dan juga sebagai puncak dari sikap sinis dan pelecehan betapa bodoh dan begitu buruk kondisi mereka. Ini adalah bentuk menyerupakan hal yang abstrak dengan sesuatu yang konkret yang karenanya diakhiri dengan mencela keadaan mereka; “Amatlah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zhalim”

 

Apapun kondisinya hal tersebut juga merupakan sebuah peringatan bagi seluruh kaum muslimin agar jangan sampai mengalami situasi yang sama dengan Yahudi karena mereka (kaum muslimin) adalah umat yang dirahmati dan diturunkan atas mereka kitab suci al Qur’an al Karim yang bukan untuk sekedar ditaruh dirak sampai berdebu, juga bukan agar mereka membawanya seperti halnya membawa jimat-jimat, dan lain sebagainya. Sungguh dalam banyak kesempatan perhatian sebagian kaum muslimin kepada al Qur’an tidak lebih dari sekedar membacanya dengan suara yang merdu.

 

.=وَاللهُ يَتَوَلَّي الْجَمِيْعَ بِرِعَايَتِه=

 

[1] تفسير روح البيان 9/510

[2] الجامع الصغير رقم 7224 عن عبد الله بن عباس رضي الله عنه

[3]  فيض القدير 5/333

[4] التفسير المنير لمعالم التنزيل للنووي ص 376

[5] التفسير الواضح الـميسر للصابوني ص 1411

[6] تفسير الخازن 4/290

[7] Lihat al jami’ as shaghir no:7224 dari Abdullah bin Abbas ra

[8] Lihat faedlul qadir 5/333

[9] Lihat tafsir al munir li ma’alim at tanziil Imam Nawawi hal 3760

[10]Lihat at tafsir al wadlih al muyassar Syekh Ali as Shabuni hal 1411