Cahaya Fajar | Antara Durian dan Sorga

CAHAYA FAJAR | ANTARA DURIAN DAN SORGA
oleh | AMS

Tidak ada satu pun yang ada di muka bumi dari semua ciptaan Allah kecuali ada hikmah yang tersimpan di dalamnya untuk menjadi pelajaran bagi manusia. Bahkan, kisah para nabi dan ummat masa lalu memiliki proporsi yang cukup banyak dalam kandungan isi alquran. Hal ini seakan memberikan sebuah pesan bahwa agar ummat manusia berusaha dengan sungguh-sungguh belajar dan berupaya menemukan pesan terbaik (berupa pengalaman ataupun suatu peristiwa) yang tersembunyi di balik semua apa yang ada di alam semesta ini termasuk pula pengalaman ummat sebelumnya baik dalam kejayaan maupun kehancuran. Allah menitipkan pesan penting nan berharga di balik setiap kejadian dan peristiwa yang ada di sekitar kita. Hal menarik adalah apa yang Alaah swt titipkan pesan berharga ini pada buah durian.

Durian dalam bahasa inggris di kenal dengan istilah King Fruit. Mengapa disebut raja buah? Karena memang durian memiliki rasa yang sangat nikmat (kecuali bagi mereka yang tidak menyukainya), dengan harum yang semerbak menyengat. Buah yang kulitnya dipenuhi duri, sekalipun demikian harganya tergolong malang dibandingkan buah lainnya. Uji nyali atas buah ini tidak berhenti disini, bahkan untuk dapat menikmatinya harus melalui serangkaian tantangan yang tidak ringan, jika salah dalam memperlakukannya bisa jadi tangan kita jadi korban, terkena luka oleh durinya yang tajam. Namun serangkaian tantangan itu akan terbalaskan jika mampu menikmati buahnya.

Baca Juga: Antara Rasio dan Rasa

Tidak ada sesuatu apapun dari realitas dialam ini kecuali Allah swt pasti menitipkan pelajaran berharga di dalamnya untuk dijadikan hikmah bagi manusia. Terdapat sebuah pelajaran berharga dari fenomena buah durian ini, seakan Allah ingin menyampaikan sebuah pesan, bahwa untuk memperoleh suatu kenikmatan pastilah harus melalui jalan-jalan penuh berduri, penuh tantangan dan ujian berat. Keberhasilan atau kesuksesan tidak didapat dengan sikap santai berleha-leha, namun harus dilaluinya dengan penuh pengorbanan hingga mungkin terluka berdarah-darah untuk mendapatkannya. Demikian pula jika kita ingin mendapatkan surga, maka iya harus didapatkannya melalui kesungguhan sikap, pengorbanan, dan keistiqomahan. Itulah harga yang sangat mahal untuk memperolehnya. benarlah apa yang populer dikatakan oleh Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki :

الجنة ماهي بلاش

Surga itu tidaklah gratis

Suatu kalimat yang muncul disebabkan tekanan penguasa terhadap dirinya untuk menghentikan kegiatannya yang seringkali bertentangan dengan kebijakan penguasa yaitu kebiasaannya dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, namun dengan tegar dan gagah berani, beliau menyampaikannya di hadapan penguasa dengan suatu pertanyaan, “Surga itu tidak gratis ??, wahai salman”. Demikianlah, Allah swt menegaskan bahwa sejatinya surga telah diperjual belikan oleh Allah kepada para hambanya yang bersedia membelinya, yaitu dengan ketaatan dan kepatuhan.

۞إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقۡتُلُونَ وَيُقۡتَلُونَۖ وَعۡدًا عَلَيۡهِ حَقّٗا فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ وَٱلۡقُرۡءَانِۚ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِۚ فَٱسۡتَبۡشِرُواْ بِبَيۡعِكُمُ ٱلَّذِي بَايَعۡتُم بِهِۦۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mau-pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung. (QS At-Taubah : 111)

Demikianlah untuk mendapatkan kenikmatan berupa surga tentu tidak cukup dengan santai namun haruslah membelinya dengan harga amalan yang tinggi dan luar biasa dalam ibadah yang penuh dengan keikhlasan dan keyakinan malam-malam yang selalu diisi dengan sujud dan pertobatan siang hari digunakannya untuk memberikan banyak kemanfaatan bagi sesama waktu-waktu yang dilaluinya tidak terlepas mengingat Allah hingga seluruh harta bendanya sepenuhnya diperuntukkan bagi kemuliaan agama ini.

ٱلتَّٰٓئِبُونَ ٱلۡعَٰبِدُونَ ٱلۡحَٰمِدُونَ ٱلسَّٰٓئِحُونَ ٱلرَّٰكِعُونَ ٱلسَّٰجِدُونَ ٱلۡأٓمِرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡحَٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman. (QS.At-Taubah : 112)

Surga diperuntukkan bagi mereka yang bersedia dan berani menjalani hari-harinya penuh kesulitan dan kesengsaraan dan berani menukar kenikmatan dunia dengan kelezatan akhirat. Sebagaimana para penikmat durian mereka yang pernah merasakannya akan bersedia melewati jalan susah sekalipun harus terluka untuk dapat menikmati beberapa butir buahnya saja, namun bagi orang yang tidak pernah merasakannya atau mendapatkan informasi tentang nikmatnya maka tentu akan susah membayangkannya terlebih melalui jalan yang penuh diri, bahkan hal demikian dianggapnya sebagai sebuah tindakan kesia-siaan.

Surga adalah tempat kemuliaan yang diperuntukkan bagi mereka yang di dunia menjalani hidup penuh keprihatinan dalam ibadah dan tunduk patuh pada Allah swt. Tempat balasan yang mata tidak pernah melihat segala keindahannya dan telinga tidak pernah mendengar berbagai kenikmatannya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ، فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ( فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِىَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ )

“Allah berfirman (yg artinya):
“Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholeh surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia.” (HR. Bukhari no. 3244 dan Muslim no. 2824).

Demikianlah, banyak pesan-pesan tersembunyi yang Allah swt sengaja titipkan dalam setiap fenomena kehidupan. Bahkan masih banyak lagi pesan berharga yang dititipkan oleh pada rahasia penciptaan atas makhluknya. Secara seloroh mungkin perlu kita pertanyakan, mungkinkah durian itu adalah jalan menuju sorga, yang akan mengantarkan manusia pada suatu pemahaman untuk bersiap menghadapi jalan penuh duri dalam meraih kenikmatan puncak (kelak di akhirat) ?. Wallahu a’lam, hanyalah orang yang berpikir (ulul albab) yang akan mampu menangkap rahasia dariNya.

Semoga kita dimasukkan dalam golongan ulul albab yang semakin mampu mendekat padaNya dan kelak mendapatkan ridhoNya. Aamiinn..

————————————————–
by : Akhmad Muwafik Saleh. 27.10.2019
————————————————–
🍀🌼🌹☘🌷🍃🍂❤🌼☘

#pesantrenmahasiswa
#tanwiralafkar
#sentradakwah
#pesantrenleadership
#motivatornasional
#penulis_buku_hatinurani

Klik web kami :
www.insandinami.com

🙏 AYO SHARE DAN VIRALKAN KEBAIKAN