Sejenak Pagi #419 | Istana Papan, Istana Terakhir-Mu

Sejenak Pagi #419 | Istana Papan, Istana Terakhir-Mu

Istana Papan, Hiduplah engkau dengan kemewahan.

Habiskan waktumu untuk umbar hawa nafsu.

Tinggallah engkau di istana emas dan perak.

Dan banggakan dirimu di hadapan manusia.

Seolah engkau hidup selamanya.

 

Namun bila saat waktunya telah tiba. Saat ruhmu dipaksa keluar dari jasad yang hina dan engkau terbujur tak berdaya.

Padahal baru kemarin engkau bersenang-senang. Sekarang engkau sudah terkapar di tangisi keluargamu.

 

Terbayangkah dosa yang telah engkau perbuat ???

 

Namun sudah terlambat karena saat itu kau sudah di alam barzakh.

Yang ada kini hanya kau dan amalmu.

Kemewahan telah meninggalkanmu.

Keluarga sibuk memperebutkan hartamu.

Sekarang istanamu hanyalah papan.

Dan pakaianmu hanyalah sehelai kain kafan.

 

Engkau tangisi diri.

Berharap bisa kembali.

Untuk perbaiki amal ibadah.

Yang kau lalaikan dan kau lupakan.

 

Namun sayang sudah terlambat.

Istana Papan, Yang akan kau temui hanya siksa. Sampai hari kebangkitan nanti. Saat seluruh manusia diminta pertanggung jawabannya.

Baca Juga : Sejenak Pagi #418 | Keutamaan Membaca Al Qur’an

Rasa sadar kita untuk kembali kepada Cinta Sejati mungkin akan bertambah besar ketika kita sering mengingat mati, oleh karena itu Rasululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam sering dan menyuruh kita untuk banyak-banyak mengingat mati.

 

Orang yang pintar adalah orang yang tahu bahwa dia akan mati dan segera menyiapkan dirinya untuk kematian tersebut, dan tidak terleha-leha dengan waktu yang hanya sementara ini.

 

Semoga menjadi perenungan hari ini.

Mari berlomba untuk menjadi yang terbaik, hari ini harus lebih baik.

Semoga Alloh Ta’ala senantiasa memberikan perlindungan dan kekuatan agar kita bisa melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

 

Istana Papan, Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin