Sejenak Pagi #398 | Mutiara Yang Bernoda

Sejenak Pagi #398 | Mutiara Yang Bernoda

Mutiara Yang Bernoda, Ada seorang tua yang sangat beruntung. Dia menemukan sebutir mutiara yang besar dan sangat indah.

Namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas mutiara tersebut.

 

Hatinya terus bergumam, kalaulah tidak ada titik noda hitam, mutiara ini akan menjadi yang tercantik dan paling sempurna di dunia. Semakin dia pikirkan semakin kecewa hatinya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dengan menguliti lapisan permukaan mutiara.

 

Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda tersebut masih ada. Dia pun segera menguliti lapisan kedua dengan keyakinan titik noda itu akan hilang. Tapi kenyataannya noda tersebut masih tetap ada.

 

Lalu dengan tidak sabar, dia menguliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir. Benar juga noda telah hilang, tapi mutiara tersebut ikut hilang.

 

HIKMAH,

Begitulah dengan kehidupan nyata. Kadang kita suka mempermasalahkan hal yang kecil, yang tidak penting sehingga akhirnya merusak nilai yang besar.

 

Persahabatan yang indah puluhan tahun berubah menjadi permusuhan yang hebat hanya karena sepatah kata pedas yang tidak disengaja.

 

Keluarga yang rukun dan harmonis pun jadi hancur hanya karena perdebatan-perdebatan kecil yang tak penting.

 

Yang remeh kerap di permasalahkan, yang lebih penting dan berharga lupa dan terabaikan.

 

Seribu kebaikan sering tak berarti. Tapi setitik kekurangan diingat seumur hidup.

Mutiara Yang Bernoda, Mari belajar menerima kekurangan apa pun yang ada dalam kehidupan kita. Bukankah tak ada yang sempurna di dunia ini…???

Baca Juga : Sejenak Pagi #397 | Dibalik Peristiwa

SEHATI bukan karena sama persis, tapi sehati karena saling memahami, menyadari, memaklumi, memaafkan dan memperbaiki diri.

 

CINTA bukan karena terpesona. Tapi cinta karena saling terbuka

 

BERSAMA bukan karena harta dunia, tapi bersama karena SALING MENGISI

 

INDAH bukan karena selalu mudah, tetapi indah karena dihadapi bersama setiap kesusahan.

 

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat di sisa hidup ini.

Robbana Taqobbal Minna

Mutiara Yang Bernoda, Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin