Sejenak Pagi #393 | Dahsyatnya Niat

Sejenak Pagi #393 | Dahsyatnya Niat

Dahsyatnya Niat, Kisah seorang Ustadz pembimbing haji yang mendengar do’a yang diucapkan mereka (berdo’a terpisah dan mereka bukan suami istri)

Tetapi…

Yang menarik adalah inti do’a mereka itu sama…

Mereka menangis bersyukur bisa menunaikan ibadah haji tanpa menyangka Karena memang cuma Modal NIAT

Ustadznya penasaran dan bertanya kepada mereka…

“Ibu, apa yang ibu ucapkan tadi maksudnya ?”

Ya pak ustadz,
Saya ingin sekali bisa berhaji, saya selalu menguatkan niat tersebut

Hingga suatu saat saya Menemukan bungkus plastik minyak goreng & ada informasi hadiah haji.

Saya cuci bekas plastik tersebut dan saya cari alamat kantornya. Subhanalloh ternyata benar informasi hadiahnya. Alhamdulillah saya bisa berangkat ibadah haji…

Kemudian Ustadz itu ganti bertanya ke bapak tua.

“Kalau bapak bagaimana bisa berangkat haji ?”

Bapak tadi bercerita,

Baca Juga : Sejenak Pagi #392 | Menjadi Suami Baik

Dahsyatnya Niat, Saya jualan gorengan. Suatu saat, hujan deras dan saya berteduh di masjid tua yang atapnya banyak lubang sehingga lantai masjid kebocoran.

Saya merasa bertanggung jawab untuk membersihkan lantai masjid tersebut. Selagi saya membersihkan lantai masjid, Datang sebuah mobil dan penumpangnya bertanya ke saya.

Apakah bapak pengurus atau marbot masjid?

Saya jawab bukan..

Singkat cerita, Bapak penumpang di mobil itu terkesan dan bilang. Bapak yang bukan petugas, bukan marbot saja peduli dengan rumah Alloh Ta’ala.

Mari pak, Saya beri bapak hadiah berangkat haji

Subhanalloh

Laa Haula Wala quwwata illa Billah

Saudara dan sahabatku,
Jika Niat kita bersih terjaga demi mengharapkan ridho Alloh semata. Sangat mudah bagi Alloh Ta’ala untuk menggerakkan hati manusia untuk menjadi salah satu wasilah solusi dari setiap masalah dan cita-cita impian kita.

Mari kita luruskan niat
Sempurnakan usaha
Jaga kebersihan hati
Tawakal total kepada Alloh Ta’ala.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin