Bagaimana Kabarmu, Masjid?

CAHAYA FAJAR | BAGAIMANA KABARMU, MASJID ?
oleh | AMS

Setelah hampir sepekan ramadhan pergi dari diri kita, sekarang bagaimana kabar jamaah di masjid-masjid kita, apakah masih ramai seperti saat ramadhan ataukah sudah kembali sepi ?. Ataukah dikala ramadhan setiap orang disaat mendengar panggilan adzan segera bergegas untuk shalat jamaah ke masjid , lalu apakah semangat itu masih terus bertahan hingga hari ini, sepekan pasca ramadhan. Apakah semangat ibadah itu hanya ada saat ramadhan ataukah masih terus berlangsung hingga saat ini ?

Karena sesungguhnya masjid adalah semulia-mulianya tempat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ تَقِيٍّ، وَقَدْ ضَمِنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَنْ كَانَ الْمَسَاجِدُ بُيُوتَهُ الرَّوْحَ، وَالرَّحْمَةَ، وَالْجَوَازَ عَلَى الصِّرَاطِ

”Masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertakwa. Dan Allah menjamin orang-orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya dengan kegembiraan, rahmat, dan kemudahan melintasi shirath.” (HR. Thabrani dan Al-Bazaar).

Lalu bagaimana kabar masjid kita disaat shalat subuh, apakah seperti halnya saat awal-awal subuh di bulan ramadhan yang penuh dengan jamaah ?. Padahal ada rahasia di dalam shalat subuh yang sangat luar biasa. Sebagaimana sabda Nabi :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ، لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

”Seandainya orang-orang mengetahui keutamaan yang terdapat dalam shalat isya dan subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.” (Muttafaq ‘alaih)

Sebagian dari rahasianya adalah bahwa shalat subuh berjamaah di masjid itu di saksikan oleh malaikat yang dengannya akan disampaikan setiap doanya kepada Allah swt. Sebagai salah satu sebab masuk sorga dan penghalang masuk neraka, akan selalu berada dalam jaminan Allah swt, dihitung seperti shalat semalam penuh serta menjadi jalan kemenangan.

Bahkan apabila kita ingin mengetahui kesuksesan seorang anak di masa depannya maka lihatlah shalat subuhnya (jamaah di masjid), karena Rasulullah pernah membangunkan Fatimah, “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”(H.R. Baihaqi).

Demikian pula, bagaimana dengan jamaah dhuhur kita di masjid-masjid pasca ramadhan ini ? Disaat pikiran dan tenaga sedang bekerja keras dari pagi hingga siang, shalat dhuhur hadir seakan menjadi obat untuk relaksasi pikiran dan tenaga kita sehingga dapat pulih dan bersemangat kembali melanjutkan pekerjaan. Jika saat ramadhan kita memenuhi masjid untuk berjamaah, lalu bagaimana sepekan pasca ramadhan ini ?

Lalu bagaimana dengan shalat ashar kita ?masihkah kita lanjut berjamaah di masjid sebagaimana saat bulan ramadhan ?. Pada shalat ashar ada banyak rahasia, antara lain akan disaksikan oleh malaikat, akan dilipatgandakan pahalanya dua kali lipat, mendapatkan jaminan tidak akan masuk neraka. Bahkan bagi mereka yang menyia-nyiakannya akan mendapatkan kesusahan dalam kehidupannya. Nabi bersabda :

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari).

الَّذِي تَفُوتُهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ، كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ

“Orang yang terlewat (tidak mengerjakan) shalat ashar, seolah-olah dia telah kehilangan keluarga dan hartanya.” (HR. Bukhari)

Saat masuk awal malam, maghrib memanggil kita untuk berjamaah di masjid, saat ramadhan penuh jamaah bahkan untuk bukber. Bagaimana kabarnya saat ini ? Apakah masjid masih ramai jamaahnya ?. Shalat maghrib berjamaah sebagaimana pahala jamaah shalat fardhu lainnya. Namun satu hal penting, antara maghrib dan isyak ada shalat awwabin atau shalat ghaflah (dalam kitab al iqna’), shalat sunnah 6 rakaat. Dinamai shalat Awwabin sebab orang yang menjalankannya itu kembali kepada Allah dan bertobat dari kesalahan yang ia lakukan pada siang hari. Karenanya, ketika ia melakukannya berulang-ulang, maka hal itu merupakan penanda kembalinya ia (bertobat) kepada Allah ta’ala meskipun itu tidak disadarinya (Sulaiman Al-Jamal, Hasyiyatul Jamal).

Lalu, bagaimana dengan shalat isya’ kita yang pada saat ramadhan masjid penuh dengan jamaah untuk melaksanakan shalat teraweh, masihkah masjid-masjid kita seramai itu atau sudah mulai kembali sepi ?. Padahal pada shalat isya’ ada rahasia besar, diantaranya : pahalanya seperti melaksanakan shalat selama separuh malam, akan diberikan cahaya sempurna di dunia dan di akhirat , mendapatkan Pahala yang banyak dan akan terhindar dari Dosa Besar serta membebaskan kita dari label sebagai orang munafik. Rasulullah bersabda :

لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari).

Marilah ramaikan kembali masjid-masjid kita sebagaimana saat bulan ramadhan agar suasana psikologis diri kita dan ummat ini tetap terjaga layaknya ramadhan agar pintu-pintu keberkahan selalu terbuka untuk kita dan negeri ini. Disaat zaman sudah berada di batas akhirnya, fitnah terjadi dimana-mana, kerusakan demi kerusakan telah semakin tampak, maka jadikanlah shalat berjamaah di masjid sebagai benteng penyelamatan diri kita dan keluarga kita dari semua keburukan akhir zaman ini.

Semoga kita diselamatkan dari buruknya perilaku akhir zaman dan dihindarkan dari segala kerusakannya dengan keistiqomahan ibadah di masjid. Semoga Allah menjadikan kita hambaNya yang terikat hati dengan masjid dan semoga dibimbing selalu dalam jalan kebaikan dan ridho-Nya. Aamiiin…

AMS.11.6.2019

Klik web kami :
www.insandinami.com

🙏 AYO SHARE DAN VIRALKAN KEBAIKAN