Sejenak Pagi #379 | Romadhon 18

Sejenak Pagi #379 | Romadhon 18

Romadhon 18, NASEHAT AL IMAM AL GHAZALI

AL IMAM AL GHAZALI mengatakan bahwa MANUSIA itu terbagi menjadi empat (4) golongan :

 

PERTAMA: رجل يدري ويدري أنه يدري

Rajulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri

(Seseorang yang Tahu (berilmu), dan dia Tahu kalau dirinya Tahu).

 

Orang ini bisa disebut ‘Alim (Orang yang mengetahui). Kepada orang ini yang harus kita lakukan adalah mengikutinya. Apalagi kalau kita masih termasuk dalam golongan orang yang awam, yang masih butuh banyak diajari, maka sudah seharusnya kita mencari orang yang seperti ini, duduk bersama dengannya akan menjadi pengobat hati.

 

Mereka ada para pewaris Nabi dan Jenis manusia yang paling baik. Jenis manusia yang memiliki kemapanan ilmu, dan dia tahu kalau dirinya itu berilmu, maka ia menggunakan ilmunya. Ia berusaha semaksimal mungkin agar ilmunya benar-benar bermanfaat bagi dirinya, orang sekitarnya, dan bahkan bagi seluruh umat manusia.

 

KEDUA: ورجل يدري ولا يدري أنه يدري

Rajulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri

(Seseorang yang Tahu (berilmu), tapi dia Tidak Tahu kalau dirinya Tahu).

 

Untuk model ini, bolehlah kita sebut dia seumpama orang yang tengah tertidur. Sikap kita kepadanya membangunkan dia. Manusia yang memiliki ilmu dan kecakapan, tapi dia tidak pernah menyadari kalau dirinya memiliki ilmu dan kecakapan.

Manusia jenis ini sering kita jumpai di sekeliling kita. Terkadang kita menemukan orang yang sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa, tapi ia tidak tahu kalau memiliki potensi. Karena keberadaan dia seakan Tidak berguna atau tidak diberdayakan.

 

Tipe seperti ini jika tidak di support dikhawatirkan merugi di akhirat.

Baca Juga : Sejenak Pagi #378 | Romadhon 17

Romadhon 18, KETIGA: ورجل لا يدري ويدري أنه لا يدري

Rajulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri

(Seseorang yang tidak tahu (tidak atau belum berilmu), tapi dia tahu alias sadar diri kalau dia tidak tahu).

 

Jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannya. Ia bisa mengintrospeksi dirinya dan bisa menempatkan dirinya di tempat yang sepantasnya. Karena dia tahu dirinya tidak berilmu, maka dia belajar.

 

Dengan belajar itu, sangat diharapkan suatu saat dia bisa berilmu dan tahu kalau dirinya berilmu. Manusia seperti ini sengsara di dunia tapi bahagia di akhirat.

 

KEEMPAT: ورجل لا يدري أنه لا يدري

Rajulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri.

(Seseorang yang Tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu).

 

Inilah adalah jenis manusia yang paling buruk dan berbahaya. Ini jenis manusia yang selalu merasa mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa.

 

Karakter di atas ini,

Cenderung manusia jenis seperti ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebab ia merasa tahu atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari kebaikannya. Manusia seperti ini dinilai tidak sukses di dunia, juga merugi di akhirat.

 

Semoga bisa menjadi bahan renungan dan introspeksi bersama, di posisi golongan manakah kita berada ?

(Sumber : Kitab ihya ‘Ulumuddin)

 

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

 

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Romadhon 18, Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin