Islam Hadir di Bumi Manusia

CAHAYA FAJAR | ISLAM HADIR DI BUMI MANUSIA

oleh | AMS

 

Islam sebagai suatu agama yang diturunkan oleh Allah bagi kemaslahatan manusia di muka bumi. Islam memformulasikan serangkaian nilai-nilai yang melandasi tindakan bagi manusia dalam menjalani berbagai realitas kehidupannya.

Islam hadir di bumi manusia untuk memberikan arahan agar kehidupan menjadi lebih baik aman dan tentram baik saat di dunia hingga di akhirat.
Serangkaian nilai Islam terformulasikan dalam berbagai aturan hukum syariat untuk menjamin keberlangsungan kehidupan, menjaga agama ini (hifdul din), menjaga sehatnya pikiran (hifdul aql), menjaga harta (hifdul maal), menjaga nasab (hifdun nasab), menjaga kehormatan diri (hifdun nafs) yang kesemuanya itu disebut dengan maqashid ahkam syar’iyah

Islam hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh manusia untuk memuliakan manusia, menempatkan manusia sebagai makhluk yang terbaik, memanusiakan manusia, ngewongke uwong, human humanization.

Tidak ada satupun persoalan hidup kecuali Islam memberikan jawabannya. Mulai dari persoalan sepele semisal potong kuku hingga persoalan besar seperti mengurus dan mengelola negara.

Islam menjamin keselamatan umat manusia, kebahagiaan dan kesejahteraannya yang tidak hanya sebatas urusan dunia namun hingga perkara akhirat.

Islam mengatur kehidupan personal seseorang, mulai bangun tidur hingga tidur kembali, mulai sejak bayi hingga ke alam kubur.

Islam menyeimbangkan atas kebutuhan ruhiyah yang bersifat subjektif psikologis spiritual untuk memenuhi kebutuhan akal pikiran dan perasaan intuisi manusia hingga memenuhi kebutuhan fisik materi baik untuk kehidupan individu ataupun bermasyarakat.

Inilah kesempurnaan (kaamaliyah) dan keluasan (syumuliyah) dari pada pemikiran Islam yang dibingkai dalam nilai-nilai spiritual ketuhanan dan akhlak kemanusiaan menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik.

Disaat dunia kehilangan pegangannya dalam mengatur generasi muda Islam hadir dengan menawarkan konsep hifdzun nasab. Disaat manusia terus berupaya menemukan teknologi untuk memudahkan urusannya Islam hadir dengan menawarkan konsep hifdzul akal. Disaat manusia kehilangan pegangan atas nilai-nilai kebaikan Islam hadir dengan konsep-konsep hifdzu Din. Di saat manusia Mengalami berbagai krisis ekonomi maka Islam hadir dengan menawarkan konsep hifdzul maal.

Penjagaan Islam atas akal, melalui anjuran untuk terus berfikir dan membaca melarang manusia untuk minum minuman keras khamr dan segala hal yang merusaknya.

Penjagaan Islam atas harta melalui anjuran untuk mendapatkannya dengan cara yang halal dan Thayyib men tasharruf kan nya melalui sedekah infaq dan zakat membikin membagikannya kepada mereka yang berhak menerimanya baik untuk mereka yang terdekat dzawil qurba atau fakir miskin dan yatim agar tidak terjadi kesenjangan dan kemiskinan dan tercipta pemerataan dan kesejahteraan, keadilan bagi semua.

Penjagaan Islam atas nasab melalui pelarangan perbuatan keji, zina dan menganjurkan pernikahan, tanggung jawab orang tua terhadap anak, larangan untuk melakukan pembunuhan, dan menetapkan qishash bagi pelakunya. semua itu dalam rangka menjaga agar keberlangsungan nashab manusia terus berada dalam kemuliaan.

Penjagaan Islam atas diri melalui kewajiban menutup aurat larangan untuk berbuat keji atas diri seperti bunuh diri, menuduh orang lain melakukan kekejian, memuliakan perempuan, menundukkan pandangan, memakan makanan yang halal dan melarang yang haram. semua itu dalam rangka agar diri manusia tetap terjaga kehormatannya, mulia diantara manusia lainnya dan mulia dihadapan makhluk-makhluk serta dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Penjagaan Islam atas keyakinan beragama melalui larangan untuk memaksa orang lain beragama, kewajiban menjalankan aturan-aturan syariat agama, Kewajiban menjaga ukhuwah insaniyah, saling menghormati dan menjadi bagian satu dari tubuh dalam keimanan, saling menjaga dan mengayomi sesama manusia, berlaku adil kepada sesama sekalipun yang dibenci. Semua diatur agar kehidupan umat manusia menjadi tenang, tentram dan hidup dalam suasana damai.

Tidak ada satupun aturan dalam Islam yang menjerumuskan manusia dalam lembah kenistaan, sebaliknya Islam hadir di bumi manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia dan menjadikan manusia mulia dalam kehidupannya dan di sisi Allah dunia hingga akhirat. Inilah islam yang membawa rahmad bagi sekalianalam, rahmatan lil ‘aalamiiin.

Untuk itu temukanlah Islam dalam kehidupan ini, pakailah baju keislaman untuk menutupi borok-borok kehidupan dan kemanusiaan sehingga keberadaan manusia menjadi mulia disisi nya inilah tugas khalifah fil ardhi yang harusnya diwujudkan dalam kehidupan.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang mampu mewujudkan peran Khalifah di muka bumi dalam bingkai ketundukan dan ketaatan kepada Allah. semoga Allah meridhoi langkah kita. Aamiin….