Sembunyikan Matahari itu

SEJENAK PAGI | SEMBUNYIKAN MATAHARI ITU
oleh | AMS

Ada orang yang berteriak di siang hari, “jangan kau nyalakan dan buka cahaya matahari itu”…

Bisakah cahaya matahari di sembunyikan dan ditutup-tutupi dari pandangan mata manusia normal ?. Jika ada orang yang ketakutan atas silaunya cahaya matahari ? maka pertanyaanya, siapakah gerangan mereka yang takut atas cahaya matahari disiang bolong..???‼. Jawabannya mungkin bisa jadi dracula, vampir, hantu, kelelawar dll.

Demikianlah perumpaan seseorang yang meneriakkan untuk jangan mengungkapkan kebohongan atau kecurangan di hadapan orang banyak sementara publik telah melihatnya dengan terang benderang kebohongan dan kecurangan itu secara brutal dilakukan dengan kasat mata.

Perilaku curang adalah tindakan yang sangat tercela bahkan mengundang murka Allah swt. Di dalam alquran disebut dengan nama surat al muthaffifin, artinya orang-orang yang berbuat curang. Berasal dari kata thafif yang artinya sepele atau remeh karena apa yang diambil mereka dari orang lain sebenarnya hanya sedikit sekali, namun hal demikian sangat berat siksanya kelak di akhirat. Suatu kecurangan kecil yang diremehkan atau dianggap sepele akan mengundang murka Allah swt, apalagi kecurangan itu dilakukan secara massif, sistematis dan terstruktur maka murka Allah swt tentu lebih berat lagi.

Lebih aneh lagi manakala sebagian masyarakat mendukung tindakan curang ini, atau mendiamkan karena menguntungkan kepentingan kelompoknya, atau pura-pura menganggap seakan tidak ada tindakan curang atau bahkan meremehkannya. Lebih naif lagi disaat banyak tokoh masyarakatnya meneriakkan untuk tidak menyebarkan berita kecurangan ini di hadapan publik sementara publik telah mengetahuinya dengan terang benderang Maka tindakan itulah yang menjadi kemurkaan Allah swt sebagaimana dalam surat almuthaffifin tersebut.

Demikianlah yang dilakukan oleh penduduk Madyan yang akhirnya dihancurkan oleh Allah swt dengan gempa hingga mereka mati dalam rumahnya masing-masing (QS Al-A’raf: 91). Kaum Madyan adalah umat Nabi Syuaib yang suka melakukan kecurangan dalam perdagangan mereka. Kaum ini senantiasa mengurangi timbangan atau takaran. Selain itu, kaum ini juga suka menakut-nakuti orang dan menghalang-halangi orang yang mau beribadah dengan duri di jalan-jalan. Karena perbuatan curang dan dhalim akhirnya mereka diadzab oleh Allah swt

Kecurangan itu membinasakan ‼. Kecurangan kecil yang dibiarkan akan merusak sebuah tatanan besar dalam suatu masyarakat atau bangsa. Jika kita membiarkan kecurangan yang dilakukan oleh anak didik kita saat ujian di sekolah maka dampaknya akan membahayakan masa depan suatu bangsa.

Lihatlah ‼ Betapa banyak manusia akan yang mati di tangan para Dokter yang lulus karena curang. Rumah dan gedung akan banyak yang ambruk di tangan para Arsitek yang lulus karena curang. Perusahaan akan banyak yang bangkrut di tangan para Manajer & Akuntan yang lulus karena curang. Agama akan menjadi jualan murahan di dalam ceramah dan pidato para Tokoh Agama yang lulus karena curang. Keadilan akan hilang di tangan Hakim yang lulus karena curang. Kebodohan dan kekasaran akan menjadi karakter anak bangsa yang lulus dari tangan para Guru dan Pendidik yang lulus karena curang. Tatanan berbangsa akan rusak berat karena di tangan Anggota Legislatif yg lulus karena curang.

Adalah naif bagi seseorang, disaat dia mengetahui ada kecurangan namun dia berdiam diri apalagi bahkan mendukungnya. Karena mendukung kebohongan dan kecurangan sama dosanya dengan orang yang ikut ridho atas kecurangan dan menjadi satu bagian dalam pelaku kecurangan. Bahkan nabi bersumpah untuk tidak memberikan syafaat pada orang-orang tersebut dan kelak akan dimasukkan dalam neraka.

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا مِنْ عَبْدِ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً, يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ, وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ, إِلَّا حَرَّمَ اَللَّهُ عَلَيْهِ اَلْجَنَّةَ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ma’qil Bin Yasâr Radhiyallahu anhu berkata, aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba pun yang diberi amanah oleh Allâh untuk memimpin bawahannya yang pada hari kematiannya ia masih berbuat curang atau menipu rakyatnya, melainkan Allâh mengharamkan surga atasnya. (Muttafaq alaih)

Semoga kita dijauhkan dari perilaku curang dan dijauhkan pula dari sikap mendukung perilaku curang. Semoga Allah melindungi diri kita dan bangsa ini dari kehancuran. Dan dijadikan bangsa yang dibangun dengan kejujuran sehingga mendapatkan keberkahan bagi seluruh penduduk dan negerinya. Aamiiiin….

AMS.19⑦74.19
————————————————–
Penulis buku-buku berjudul : Hati Nurani Series

Klik : www.insandinami.com