Prediksi Rasul Terhadap Kematian Umayyah bin Kholaf

Ringkasan Taklim Shohih Bukhori, 29 Agustus 2016 – Pujon.

Sayyidina Saad bin Muadz dikala umroh, beliau singgah di rumah Umayyah bin Kholaf Abi Shofwan. Umayyah juga dikala bepergian ke Syam, ia juga singgah di tempat Sayyidina Saad. Padahal Umayyah adalah sosok yang amat membenci Rasulillah.

Saad adalah seorang yang di tugaskan Rasulillah untuk melesatkan anak panah dikala perang badar. Padahal Saad hanya membawa sedikit anak panah. Akan tetapi Rasulillah terus memberikan komando untuk terus melemparkan anak panah itu. Namun anehnya, anak panah itu tidak habis-habis, seolah terus bertambah.

Saat umroh itu, Saad hendak berpamitan kepada Umayyah untuk melakukan Umroh: “Lihatlah kapan saat sepi sehingga aku bisa thowaf di baitullah”. Umayyah menanggapi: “Tunggu dulu, sampai tengah siang, saat orang-orang tidak ada, kau bisa berangkat untuk thawaf”.

Di saat Saad sedang thawaf, tiba-tiba Abu Jahal terlihat. Ia seketika bertanya:
“Siapa yang sedang thawaf di Baitulloh?”
“Aku Saad.”
“Enak saja kau thawaf disini dengan santainya. Padahal kau termasuk orang yang memberi suaka kepada Muhammad dan para sahabatnya!”

Pada akhirnya mereka terlibat pertengkaran sengit. Umayyah sebagai sahabat Abu Jahal tidak tinggal diam. Ia bilang kepada Saad:
“Jangan kau keraskan suaramu kepada Abil Hakam (Abu Jahal), sebab ia adalah tokoh mulya di lembah ini (Makkah)!.”
“Kalau kau berani menghalangi aku thawaf, maka sungguh aku akan putus tempat dagangmu di Syam!.”
“Heh, jangan kau keraskan suaramu!”
Umayyah segera berusaha menahannya. Saad bertambah geram.
“Heh, biarkan aku!. Sebab aku sungguh mendengar Nabi Muhammad suatu saat akan membunuhmu.”
“Membunuhku?”
“Iya”
“Demi Tuhan, Muhammad tak pernah berdusta, ketika bicara”

Maka ia kembali menemui istrinya. Ia mengatakan pada istrinya:
“Kau tahu apa yang dikatakan saudaraku orang yatsrib itu?”
“Apa yang ia katakan?”
“Ia bilang kalau ia mendengar Muhammad menyatakan suatu saat akan membunuhku.”
“Demi Tuhan, Muhammad tak pernah berdusta.”

Maka dikala Kaum Kuffar keluar untuk melakukan Perang Badar, penyeru datang mengumumkan bahwa waktunya perang sudah tiba, Istri Umayyah bilang kepada suaminya:
“Kau tak ingat apa yang dikatakan Saudaramu orang Yatsrib dulu?”.
Ia teringat, sehingga membuat Umayyah tidak ingin keluar.
Tapi Abu Jahal menegurnya: “Kau adalah bagian dari tokoh lembah ini (Makkah), ayolah berangkat barang satu dua hari.”.
Ia pun menuruti omongan Abu Jahal. Pada akhirnya ia benar-benar terbunuh.

Banyak sekali hadits-hadits yang memaparkan tentang nubuwwah Rasulillah. Bahkan ada 80 hadits yang berisi prediksi Rasulillah tentang munculnya berbagai fitnah. Kita hanya bisa menantikan bahwa hadits-hadits yang pernah disampaikan Rasulillah terbukti satu per satu. Yang bisa kita lakukan hanya berdoa dan berdoa agar kita selamat dari fitnah itu.

Zaman itu adalah zaman dimana seorang yang sabar saja mengalami kebingungan yang luar biasa. Apalagi orang-orang yang tak memiliki kesabaran?

Kini kita memasuki zaman dimana banyak anak-anak yang demikian menjengkelkan orang tuanya. Kita tidak tahu sampai kapan mereka dengan kenakalannya. Maka kita hanya bisa berdoa dan tentu saja berusaha mengarahkan mereka sepanjang yang kita mampu. Barangkali suatu saat Allah membukakan hati mereka sehingga menjadi anak yang shalih dan membanggakan.

Jangan pernah tinggalkan doa: “Robbi auzi’ni an asykuro nikmatakallati an’amta alayya wa ‘ala walidayya wa an a’mala sholihan tardlohu wa ashlihli fi dzurriyyati inni tubtu ilaika wainni minal muslimin.”

Wallahu ta’ala a’lam

Peresume: Ust. Shabieq El Himam Alumni Ma’had Nurul Haromain Pujon.