Dua Syarat Perdamaian

CAHAYA FAJAR | DUA SYARAT PERDAMAIAN
oleh | AMS

Perdamaian adalah tindakan mulia yang sangat dijunjung tinggi oleh islam, menjadi utama dalam menguatkan ukhuwah persaudaraan bahkan Allah swt melarang perpecahan.

Dua hal yang menjadi syarat utama terciptanya perdamaian dan kedamaian di tengah-tengah umat, yaitu Adil dan Jujur. Keduanya ibarat dua belah sisi mata uang dalam mewujudkan kedamaian. Keadilan tanpa kejujuran adalah pengkhianatan. Kejujuran tanpa keadilan adalah kedhaliman. Karena itu keduanya haruslah terwujud terlebih dahulu dalam membangun perdamaian antar jmmat atau antar anak bangsa.

Pertama keadilan yaitu karena setiap orang ingin diperlakukan sama antara yang satu demgan lainnya sehingga tidak ada dari mereka yang merasa terdhalimi. Keadilan adalah syarat minimal yang harus dimiliki dari seorang pemimpin. Pemimpin itu berdiri diatas semua golongan dan kepentingan. Karenanya dia harus mampu memberikan rasa adil pada semuanya.

Setiap orang diperlakukan sama di hadapan hukum. Hukum diterapkan sengan tegas pada siapa saja. Tidak ada diantara warga negara yang kebal hukum. Hukum ditegakkan diatas semua golongan. Hukum tidak berpihak pada kepentingan sepihak, tidak hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Keadilan harus benar-benar ada dalam praktek dengan cara memastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakannya dapat membuat setiap orang merasa diperlakukan sama di hadapan hukum dan setiap kelompok merasa memperoleh keleluasaan yang sama dalam menjalankan kebaikan.
Cukup dengan berbuat adil saja maka seorang pemimpin akan mendapatkan perlindungan dan naungan dari Allah swt kelak di padang mahsyar.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ متفق عليه

Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW, ia bersabda, ‘Ada tujuh kelompok orang yang dinaungi oleh Allah pada hari tiada naungan selain naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang mengisi hari-harinya dengan ibadah, seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah di mana keduanya bertemu dan berpisah karena Allah, seorang yang dibujuk berzina oleh lawan jenis yang berpangkat dan rupawan lalu menjawab, ‘Aku takut kepada Allah,’ seseorang yang bersedekah diam-diam sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir di kesunyian dengan menitikkan air mata,’” (HR Bukhari dan Muslim)

Keadilan itu dekat perilaku takwa dan merupakan tindakan yang sangat dicintai oleh Allah swt karena merupakan salah satu dari sifat Allah swt yang mulia. Pemimpin yang berlaku adil berarti telah menjalankan fungsi tugas kekhalifahan fil ard dengan baik. Sementara pemimpin yang berlaku dhalim, dia telah mengkhianati amanah yang telah diberikan oleh Allah swt.

Kedua, kejujuran. Hal ini karena setiap orang akan merasa layak dipercaya karena tidak ada yang merasa dicurangi. Kecurangan yang dilakukan adalah mencederai dan mengkhianati rasa kemanusiaan yang diberikan kepadanya oleh orang lain. Ketidakjujuran atau kebohongan akan meninggalkan bekas yang sangat lama bagi orang lain untuk menaruh kembali kepercayaan padanya, bahkan orang lain akan selalu menghadirkan perasaan curiga yang berkepanjangan atas setiap usaha yang dilakukan selanjutnya dalam melakukan perbaikan ataupun perdamaian.

Perdamaian membutuhkan posisi equal. Sikap jujur adalah wujud equalitas itu, karena memposisikan setiap pihak bersedia konsisten atas komitmen yang disepakati bersama. Sementara pengkhianatan berupa ketidakjujuran tidak hanya merusak komitmen namun sekaligus telah menempatkan posisi pihak lain secara tidak equal. Hal inilah yang menjadikan proses perdamaian dan persatuan tidak akan pernah bisa berlangsung dan terwujud dengan sempurna.

Karena itu, jagalah amanah, berlakulah adil, bertindaklah jujur, jangan berlaku curang, maka in syaa Allah upaya perdamaian dalam rangka merajut kembali persatuan akan terwujud. Karena keberkahan akan Allah turunkan pada suatu bangsa manakala keadilan dan kejujuran ditegakkan.

Semoga Allah melimpahkan pada bangsa ini pemimpin yang adil dan jujur sehingga mampu menjadi teladan bagi seluruh anak bangsanya. Semoga kedamaian bisa terwujud bagi bangsa ini dengan adanya keadilan dan kejujuran yang diteladankan itu. Allahumma allif baina quluubina wa ashlih dzata baininaa. Aamiiin…

————————————————–
Penulis buku-buku berjudul : Hati Nurani Series

Klik : www.insandinami.com