Lakukan Sesukamu

CAHAYA FAJAR | LAKUKAN SESUKAMU
oleh | AMS

Jika peringatan demi peringatan tak mampu membuatmu berubah pada kebaikan maka silahkan lakukan sesukamu. Banyak sekali sumber wahyu yang menyerahkan atau tepatnya membiarkan urusan seorang hamba karena sikap penolakan atas kehendak Allah dan RasulNya.

Pembiaran urusan dari Allah kepada hamba adalah bentuk berlepas diri Allah dan Rasulullah atas tindakan perilaku yang dilakukan seseorang atau kelompok orang yang tidak patuh taat pada aturanNya.

Suatu ketika Rasulullah menyampaikan bahwa pada musim sekarang ini kita tidak perlu mengawinkan kurma, demikian beliau memerintahkan kepada para sahabatnya. Selang beberapa bulan disaat sudah saatnya masa panen, pohon-pohon kurma itu ternyata benar tidak berbuah — (karena memang tanaman kurma merupakan tanaman jenis dioecious atau berumah dua, artinya memiliki tanaman jantan dan betina yang hidup secara terpisah. Yang jantan tidak menghasilkan buah, melainkan hanya yang betina saja. Namun untuk dapat berbuah, bunga betina harus mendapat serbuk sari atau dikawinkan dengan bunga jantan. Apabila tidak dikawinkan maka bunga betina bakal rontok) — sehingga ada salah seorang sahabat nabi yang sempat “protes”, “wahai nabi, bagaimana mungkin pohon kurma akan berbuah sementara tidak dikawinkan..?‼, (–lihat buktinya sekarang–)”.
Sahabat ini seakan ingin menyalahkan nabi dengan perintahnya untuk tidak mengawinkan kurma pada musim saat itu, sementara tidaklah nabi bersikap kecuali hanya berdasarkan wahyu Allah semata.

Dengan protes sahabat ini, Rasulullah menyatakan, “antum a’lamu bi umuuri dunyaakum, kamu mengetahui urusan dunia kamu”. Pada sebagian orang yang tidak paham, pernyataan nabi ini dikira bahwa kitalah yang lebih tahu urusan dunia kita. Padahal, bukan ‼, bukan demikian yang di maksud ‼. Pernyataan Itu adalah bentuk pembiaran nabi atas ketidakpatuhan dan ketidakpercayaan sahabat terhadap perintah nabi.

Demikian pula, manakala Allah swt telah memerintahkan kepada diri kita untuk tunduk patuh atas perintahNya, menjauhi berbagai perilaku mungkar, perbuatan curang, pengkhianatan, mempermainkan kebaikan dan kebenaran, memperolok-olok ayat Allah dan hadist nabi, berpaling menuju kesesatan setelah sampai kepada mereka kebenaran dengan menutup hati, mata dan pendengaran untuk menerima aturan Allah swt hingga Allah swt berlepas diri dari mereka.

وَقَالُواْ قُلُوبُنَا فِيٓ أَكِنَّةٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ وَفِيٓ ءَاذَانِنَا وَقۡرٞ وَمِنۢ بَيۡنِنَا وَبَيۡنِكَ حِجَابٞ فَٱعۡمَلۡ إِنَّنَا عَٰمِلُونَ

Dan mereka berkata, “Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding, karena itu lakukanlah (sesuai kehendakmu), sesungguhnya kami akan melakukan (sesuai kehendak kami).” (QS. Fushilat : 5)

Lalu, jika sikap ini (ketidaktaatan) dilakukan atas berbagai urusan kehidupan diri kita dengan mengesampingkan seruan Allah dan RasulNya maka apalah jadinya jika Allah dan nabi muhammad membiarkan dan berlepas tangan dari urusan diri kita? Maka tentu tidak ada lagi yang siap membela kelak dihadapan Allah swt. Na’udzu billahi min dzalik.

عِشْ مَا شِــئْتَ فَإِنَّـكَ مَـيِّتٌ وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ وَاعْـمَلْ مَـا شِئْتَ فَإِنَّـكَ لاَقِـيْـهِ

“Hiduplah sesukamu karena sungguh engkau pasti mati. Cintailah siapa pun yang engkau suka karena sungguh kalian pasti berpisah. Berbuatlah sesukamu karena sungguh engkau pasti menemui (balasan) perbuatanmu itu.” (HR al-Baihaqi)

Yaa Rabb, kami telah mengingatkan manusia agar jangan berbuat curang dan khianat. Namun jika mereka tidak bersedia menerima ajakan ini dan tetap dengan perbuatannya, Maka kami pasrahkan segala urusan kepadaMu. Ampuni dosa kami.

Semoga kita tidak termasuk orang yang dibiarkan oleh Allah dan Rasulullah. Semoga kelak kita dibela oleh Nabi Muhammad di hadapan Allah swt atas segala tindakan kita dan diselamatkan dari murkaNya. Semoga Allah swt memasukkan kita semua dalam golongan orang-orang yang diridhoiNya. Aamiiin…

AMS.29.4.19
————————————————–
Penulis buku-buku berjudul : Hati Nurani Series

Klik : www.insandinami.com