Jangan Curang

CAHAYA FAJAR | JANGAN CURANG
oleh | AMS

Perbuatan curang adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah swt. Karena kecurangan itu mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan oleh orang lain pada dirinya dengan berbuat tidak jujur. Ketahuilah ‼ perbuatan curang sejatinya pelakunya seakan menganggap bahwa Allah swt itu tidak ada, menganggap Allah swt tidak tahu, tidak melihat dan tidak mencatat. Padahal, Tidak‼ Allah swt jauh dari semua anggapan itu, Allah maha suci dari semuanya.

Berbuat curang bisa dilakukan oleh siapa saja, karena mereka memiliki kepentingan diri dengan mengalahkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran dan kejujuran. Kecurangan bisa terjadi pada banyak peristiwa, baik dalam perdagangan, jual beli, test ujian, keilmuwan, dalam memperoleh kekuasaan ataupun dalam menjalankan kekuasaan. Ingatlah ‼, Barang siapa yang berbuat curang atau ridha atas perbuatan curang maka mereka sama-sama berdosa dihadapan Allah swt.

Karena betapa buruknya perilaku curang dan berat dampaknya, hingga hal ini diabadikan oleh Allah swt sebagai nama surat dalam alquran yaitu surat al Muthaffifin, orang-orang yang curang, Qur-an surat ke 83.

Tentu perkara curang ini amatlah berat, mengingat terjemahan kata ‘thafif’ atau ‘muthaffif’ sendiri melingkupi kecurangan dalam jumlah yang sangat kecil sekalipun, “Sesungguhnya pelakunya disebut muthaffif karena dia nyaris tidak mencuri dari takaran dan timbangan kecuali hanya amat sedikit dan ringan”, demikian kata imam al Qurthubi, dalam kitab Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân.

Allah swt dan Rasulnya memberikan ancaman berat bagi mereka yang suka berbuat curang, salah satunya mereka kelak tidak akan mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw dan tidak dianggap sebagai ummatnya.
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barangsiapa yang menipu kami, maka ia tidak termasuk golongan kami.” (HR. Muslim)

Jika perilaku curang itu dilakukan oleh pemimpin atau penguasa, maka orang tersebut kelak diharamkan baginya sorga, sebagaimana diriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar al Muzani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :

ما من عبد يسترعيه الله رعية يموت يوم يموت وهو غاش لرعيته إلا حرم الله عليه الجنة

“Tidaklah seorang hamba yang Allah berikan kepemimpinan atas orang lain, lalu ia mati dalam keadaan berbuat curang terhadap orang-orang yang dipimpinnya, melainkan Allah akan mengharamkan atasnya surga.” (HR Muslim)

Jika perbuatan curang dilakukan secara massiv oleh penduduk suatu negeri maka Allah swt akan menghancurkan penduduk negeri itu dan mengangkat atau menghilangkan keberkahan atas negerinya. Sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadist bahwa Rasulullah menghadap kami lalu mengatakan, “Hai orang-orang Muhajirin, ada lima perkara yang jika kalian tertimpa dengan itu—dan aku berlindung kepada Allah untuk kalian tertimpa dengan itu— … (lalu beliau mengatakan) dan tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan kecuali mereka tertimpa oleh paceklik, kesusahan (dalam memenuhi) kebutuhan dan kejahatan penguasa…” (HR. Ibnu Majah).

Demikianlah Allah swt pernah memberikan contoh atas kaum terdahulu yang dibinasakan karena perbuatan curang mereka. Dikatakan oleh imam Ibnu Katsir, dia berkata, “Allah membinasakan dan menghancurkan kaum Syu’aib dikarenakan mereka berbuat curang dalam takaran dan timbangan.”

Semoga negeri ini dijauhkan dari perilaku curang warganya dan penguasanya, agar negeri ini dapat terhindar dari kehancuran. Semoga rakyat negeri ini masih diberikan hidayah petunjuk dari Allah swt untuk selalu berbuat jujur dan berjuang menolak segala bentuk kecurangan agar negeri ini diberikan keberkahan oleh Allah swt. Aamiiin….


Disarikan dari buku-buku berjudul : Hati Nurani Series Karya AMS

kunjungi webiste kami www.insandinami.com