Sejenak Pagi #331 | Orientasi Kehadiran Alloh Ta’ala

Sejenak Pagi #331 | Orientasi Kehadiran Alloh Ta’ala

Orientasi Kehadiran Alloh Ta’ala, Mengapa ibadah dilakukan oleh para nabi/rosul, sahabat, ulama?

Jawabnya adalah :

  1. Karena mereka menginginkan perubahan yang besar dalam kehidupan ini.
  2. Mereka sadar di lakukan karena berorientasi hanya kepada Alloh Ta’ala.
  3. Setiap ibadah yang dilakukan berharap hanya kehadiran Alloh Ta’ala.

 

Inilah alasan kenapa mereka beribadah, akibatnya akan menimbulkan kekhusyukan yang stabil, ibadah tidak lagi menjadi satu kewajiban melainkan menjadi suatu kebutuhan.

Tidak beribadah dengan baik sama halnya dengan tidak makan/minum bagi fisik manusia. Di sini terjawab rahasia kenapa Rosulloh shallallahu ‘alaihi wasallam mampu beribadah yang sangat luar biasa sampai-sampai pada waktu sholat malam kaki beliau bengkak.

 

Dan ketika ditanya istri Beliau menjawab dengan singkat “Tidakkah aku pantas  menjadi hamba-Nya yang bersyukur ?

Jadi dengan beribadah yang hanya berorientasi hanya pada Alloh Ta’ala akan menjadikan seorang hamba tidak lagi merasa dipaksa atau diperintah untuk bersyukur kepada-Nya. Orientasi Kehadiran Alloh Ta’ala,

Baca juga : Sejenak Pagi #330 | Tergantung Kita

Dan sangat butuh terus menerus untuk bersyukur kepada-Nya. Kala syukur sudah menjadi kebutuhan maka ibadah benar-benar akan menjadi suatu kemutlakan dalam hidup seorang muslim mukmin, hingga mereka kala berkarya maka karyanya akan mendunia bahkan menembus zaman.

Itulah yang ada pada diri ulama ulama terdahulu. Jasad mereka telah tiada , tetapi buah tangan mereka (karyanya) tetap menemani setiap hembusan nafas anak zaman, bahkan mungkin hingga akhir zaman.

 

Mereka sadar bahwa setiap ibadah Alloh Ta’ala yang akan mencukupi kebutuhannya. Sama sekali tidak berfikir tentang aku dapat untung berapa apalagi gaji berapa?

 

Bagaimana karya kita/ ibadah kita ?

 

Patut kita renungkan sebelum ajal menjemput kita?

 

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kpd Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin. Orientasi Kehadiran Alloh Ta’ala,