Sejenak Pagi #330 | Tergantung Kita

Sejenak Pagi #330 | Tergantung Kita

Tergantung Kita, Ada 2 orang ibu memasuki toko pakaian dan ingin membeli baju.

 

Ternyata pemilik toko lagi bad mood sehingga tidak melayani dengan baik, malah terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut.

 

Ibu pertama jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu.

Yang mengherankan, ibu kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan pada penjualnya.

Ibu pertama bertanya, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual yang menyebalkan itu?”

Lantas dijawab “kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan orang lain.”

 

“Tapi ia melayani kita dengan buruk sekali” bantah Ibu pertama.

“Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk dll, toh tidak ada kaitannya dengan kita.

Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita, padahal kita yang bertanggung jawab atas diri kita,” jelas Ibu kedua.

 

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Kalau orang memperlakukan kita buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang buruk juga dan sebaliknya. Orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi.

 

Kalau orang lain pelit pada kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba  jadinya demikian pelit, kalau harus berurusan dengan orang tersebut. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain.

Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita, kenapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu orang lain baik dulu? Tergantung Kita

Baca Juga : Sejenak Pagi #329 | Hiduplah Dengan Zona Kita

Jagalah suasana hati kita sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak!

Kita yang bertanggungjawab atas hidup kita, bukan orang lain,

Hidup kita terlalu berharga, oleh sebab itu:

“Make Your Self Have a Meaning for Others!!”

 

Pemenang kehidupan adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar dan yang tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

 

Semoga kita senantiasa memperbaiki ibadah kita kepada Alloh Ta’ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.

 

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin. Tergantung Kita